42 Calon Buruh Pabrik Tertipu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 42 Calon Buruh Pabrik Tertipu

42 Calon Buruh Pabrik Tertipu

Written By Angga Praditya on Kamis, 30 November 2017 | 12.00.00

Terkecil Rp 3 Juta, Terbesar Rp 10 Juta

JATISARI, RAKA - Siapa yang tidak ingin bekerja di perusahaan dengan status karyawan tetap. Apalagi upah minimum di Kabupaten Karawang tertinggi di Indonesia. Jika kurang awas melihat peluang kerja, maka siap-siap saja diterkam mafia tenaga kerja.
Hal itulah yang dirasakan oleh 42 pencari kerja yang berasal dari Jatisari, Purwakarta, dan Karawang kota. Berharap bisa menjadi karyawan tetap di PT Asahimas, mereka terbujuk rayu oleh N (35) dan Y (42). Jutaan rupiah mereka berikan, namun pekerjaan tidak kunjung diperoleh. Merasa kena tipu, para pekerja itupun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Jatisari.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Karawang, korban terbanyak berada di wilayah Kampung Cicinde RT 01/04, Desa Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari, sebanyak 18 orang. Sisanya tercecer di wilayah Kecamatan Jatisari, Karawang kota hingga Purwakarta. Para pencari kerja itu harus menyetor uang Rp 3 juta hingga 10 juta, tergantung dari posisi yang ditawarkan pelaku. "Pastinya saya menginginkan uang yang sudah diberikan sebesar Rp 7,5 juta bisa kembali. Adapun tuntutan saya, semua saya serahkan ke pihak kepolisian, agar para pelaku yang sudah tertangkap bisa dihukum seberat mungkin," terang Fitri Amalia (21), warga Dusun Cicinde RT 01/04, Desa Cicinde Utara, kepada Radar Karawang, saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/11) pukul 14.30 WIB.
Penyandang gelar sarjana ekonomi itu mengatakan, tidak hanya dirinya yang terbujuk rayuan manis kedua penipu itu, belasan warga di wilayahnya juga mengalami hal serupa. Kalau dihitung, di kampung saja ada kurang lebih 18 orang yang tertipu. "Siapa yang tidak tergoda, karena selain ada kwitansi kontrak kerja, ada juga kwitansi jadi kartap (karyawan tetap)nya, tahunya sampai sekarang tidak ada juga," ujarnya.
Korban lainnya, Adi Sukardi (25) warga Cicinde Utara mengaku sudah memberikan uang Rp 3 juta. Namun, hingga pelaku diciduk kepolisian, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung diperoleh. "Harapan kami itu, cuma uang kami gimana caranya bisa kembali. Dan pelaku bisa dipenjara seberat mungkin," katanya.
Lain lagi yang dikatakan Arif Maulana Yusuf, modus pelaku dinilai rapih. Mulai dari kwitansi hingga surat kontrak kerja. "Tapi kami tidak pernah datang ke PT nya," ucapnya.
Kapolsek Jatisari Kompol Bambang Iswanto menyampaikan, saat ini kedua pelaku yaitu UN serta rekannya YS sudah diamankan. Besaran uang yang diperolehnya dari para korban, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. "Kalau berdasarkan pengakuan dua pelaku itu, sebanyak 42 orang korbannya, dari Jatisari, Purwakarta dan Karawang sekitarnya. Kami masih terus menyelidiki. Kami akan mengusut tuntas pelakunya," ucapnya.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template