37 Hektare Sawah Kebanjiran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 37 Hektare Sawah Kebanjiran

37 Hektare Sawah Kebanjiran

Written By Angga Praditya on Kamis, 16 November 2017 | 13.00.00

TIRTAMULYA, RAKA - Akibat intensitas curah hujan yang tinggi, menyebabkan lahan pertanian seluas 22 hektar di Desa Parakanmulya, Kecamatan Tirtamulya, terandam banjir. Ironisnya, bukan hanya pemilik sawah terancam gagal tanam. Namun membuat jalan penghubung Kampung Pasirmalang dengan Kampung Babakan Pasirmalang terputus.
Petani Kampung Pasir Malang RT 01/03, Atang (65) mengatakan, memasuki musim penghujan ladang sawah yang dimilikinya sering menjadi langganan banjir. Oleh karenanya dia meminta pemerintah memberikan solusi atas bencana rutin yang didapatnya itu. "Kalau udah masuk musim hujan, sudah dipastikan lahan pertanian yang ada di Desa Parakanmulya kebanjiran, itu diakibatkan irigasi Kali Kapal tidak kuat menampung air yang terus bertambah banyak," terang Atang, kepada Radar Karawang dikediamannya,  Rabu (15/11).
Bahkan, kata Atang, untuk kali ini kegagalan penanaman dialami sejumlah pemilik sawah. Hal tersebut dikarenakan tidak sedikit ladang yang terendam banjir dengan ketinggian hingga mencapai pinggang orang dewasa. "Lahan yang terendam banjir keseluruhannya ada 22 hektar ini biasanya air bisa surut selama 1 minggu, itupun kalau hujan tidak terus menerus," ucapnya.
Menurutnya, meski tiap tahun sering mengalami kondisi serupa, namun hingga saat ini belum ada solusi yang tepat. Padahal banjir tersebut diakibatkan irigasi Kali Kapal  yang melintang disepanjang lahan pertanian tersebut. "Nu Abah 1 Hektar kabanjirannya, itu penyebabnya dari irigasi yang ada melintasi lahan pertanian di wilayah ini, bahkan kalau terus menerus hujan banjir bisa memasuki pemukiman warga," katanya.
Dilokasi yang berbeda,  Rohimin warga kampung Babakan Pasir Malang RT 02/02, Desa Parakanmulya menyampaikan, akibat irigasi Kali Kapal yang melentang di lahan pesawahan yang berada didua wilayah tersebut tidak cukup menampung debit air yang kian tinggi. Hal itu menyebabkan, puluhan hektar sawah di wilayahnya mengalami kebanjiran dan mengakibatkan kerugian. "Bukan hanya rugi tanaman karena gagal. Tapi banjir ini juga membuat jalan perlintasan yang menjadi penghubung Kampung Pasirmalang dengan Kampung Babakan Pasirmalang, terputus dan tidak bisa dilewati. Karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa," ujarnya.
Dia menceritakan, air mulai naik ketepian lahan pesawahan dan menenggelamkan akses perlintasan dua kampung itu, disaat hujan yang terus menerus turun pada Selasa (14/11) sore hingga malam hari. "Ini terjadi pas malam hari sekitar pukul 22.00 Wib air sudah mencapai pinggang orang dewasa, itu pas diperlintasan jalan, kondisinya parah sekali. Khawatir jika terus-terusan hujan, banjir sampai kepemukiman warga di dua kampung ini," paparnya.
Saat ini warga harus melontas cukup jauh untuk bisa sampai ke jalan utama saat mau keluar dari Tirtamulya. Oleh karenanya dia meminta agar pemerintah merespon penderitaan rutin yang dialami oleh warga ini. "Warga jadi tidak bisa melintas, untuk bisa ke jalan utama meski mutar arah dengan sedikit jauh," pungkasnya.
Sementara di Kecamatan Jatisari terdapat dua desa yang terendam banjir, Pertama di Desa Cirejag dan kedua di Desa Sukamekar. Adapun rincian di Desa Cirejag yang terendam banjir adalah dua rumah warga, satu rumah produksi tahu dan satu musala. Untuk Desa Sukamekar merendam sekitar 15 hektar lahan sawah. "Tidak ada korban jiwa, tapi kalau korban materil pasti ada," ujar pegawai Kecamatan Jatisari H Dedi Sumarya.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template