2018, Hibah Bansara Kembali Diadakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 2018, Hibah Bansara Kembali Diadakan

2018, Hibah Bansara Kembali Diadakan

Written By Angga Praditya on Rabu, 22 November 2017 | 15.30.00

CIKAMPEK, RAKA - Kepala Desa yang ada di Kecamatan Cikampek, Kotabaru dan Jatisari, mengikuti sosialisasi Perbup Nomor 34 Tahun 2017, Tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring dan Evaluasi Hibah yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diadakan di Aula Kecamatan Cikampek. Dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan pembangunan sarana keagamaan di Karawang bisa berjalan maksimal.
Tim Verifikator Kabupaten Karawang, Ii Wahyudin menyampaikan, sosialisasi perbup baru Nomor 34 Tahun 2017 ini, merupakan benteng agar bantuan hibah bansara yang bersumberkan dari APBD memberikan kemudahan pihak desa dalam monitoring berbagai bentuk pengajuan yang dilakukan warganya. Olehkarenanya, sosialisasi tersebut sangat penting dilakukan agar pihak desa dapat mengetahui secara utuh mekanisme dan syarat administrasi pengajuan yang sesuai dengan peraturan. "Ini menjadi acuan kades  dalam memonitoring bantuan hibah, agar diperhatikan kelengkapan data administrasi pendukungnya, karena saat ini pihak desa merupakan tim verifikator di tingkat kecamatan, Kami harap dengan adanya perda ini permasalahan seperti tiga tahun sebelumnya tidak terulang. Karena bantuan ini sempat dihentikan akibat banyak yang terjerat hukum. Mereka salah dalam penggunaan," terang Wahyudin, kepada Radar Karawang, dilingkungan Kecamatan Cikampek, Selasa (21/11).
Maka dari itu, kata dia, agar dapat terhindar dari permasalahan-permasalahan yang muncul akibat penggunaan anggaran bantuan tersebut, sangat perlu diperhatikan dari administrasi penganggaran bantuannya yang dilakukan masayrakat di setiap desanya nanti. "Bantuan Hibah Bansara ini kan, diperuntukan untuk pembangunan musala dan perbaikan masjid. Jadi nanti, lebih diperhatikan dalam proposalnya, agar bisa lebih teliti," ucapnya.
Dia menyampaikan, tidak ada aturan detail terkait berapa maksimal besaran bantuan untuk setiap desa yang diperuntukan sarana keagamaan ini. Namun anggaran tersebut dapat diperoleh berdasarkan rancangan anggaran biaya (RAB) yang dicantumkan di dalam proposal pengajuan. "Tidak ada batasan berapa anggaran yang didapat disetiap desa, karena acuannya dari RAB proposal itu, maka itu meski diperhatikan juga proses teknis pengajuannya," katanya.
Karena dalam permohonan bantuan hibah tersebut, sudah diatur secara rinci dan jelas. Maka dari itu, Perbup baru ini sebenarnya untuk mempermudah masayrakat yang ada disetiap desa untuk melakukan pengajuan bantuan terhdap sarana dan frasarana keagamaan. Karena tertuang dalam pasal 11, poin 1 permohonan tertulis hibah paling sedikit dilengkapi dokumen-dokumen, yakni proposal yang paling sedikit memuat, latar belakang, maksud dan tujuan, rincian rencana kegiatan atau rincian anggaran biaya dan gambar untuk pembangunan fisik, rencana penggunaan hibah, fotokopi data administrasi pendukung, seperti akta notaris pendirian, pengesahaan badan hukum. Kemudian dalam pasal 12, poin a surat permohonan proposal persyaratan administrasi dan dokumen teknis hibah diajukan serta disampaikan kepada bupati melalui pemerintahan desa untuk diadministrasikan. "BAru kemudian diverifikasi dan di evaluasi sesuai dengan kewenangannya (tim verifikasi)," katanya.
Disamping itu, Kades Pucung Euis Kuraesin, menambahkan, jika memang bantuan anggaran hibah yang diperuntukan untuk infrastruktur tempat keagamaan atau peribadahaan tersebut telah kembali diadakan. Hal tersebut diharapkan adanya batasan pengajuan permohonan disetiap desanya, agar tidak terjadi penumpukan pengajuan permohonan yang dilakukan setiap warga yang ada disetiap desa. "Jika bantuan itu kini mulai kembali diadakan, coba untuk batas pengajuan setiap desa dibatasi, agar tidak ada tumpang tindih dan penumpukan, selain itu juga, biar tidak terjadi penumpukan pengajuan proposal dari setiap desa," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template