169 Perumahan Langgar Aturan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 169 Perumahan Langgar Aturan

169 Perumahan Langgar Aturan

Written By Angga Praditya on Rabu, 15 November 2017 | 12.00.00

Serobot Lahan Teknis
TIRTAMULYA, RAKA - Tumbuhnya sektor industri di Kabupaten Karawang sejalan dengan menjamurnya perumahan. Namun, dari 262 perumahan yang berdiri, hanya 93 diantaranya yang dibangun sesuai aturan. Seperti terpenuhinya kebutuhan fasilitas sosial, fasilitas umum termasuk tempat pemakaman. Sedangkan sisanya yaitu 169 perumahan melabrak aturan. Bahkan ada yang berdiri di lahan pertanian teknis.
Di Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya misalnya, lahan pertanian seluas 9 hektare disulap menjadi perumahan. Padahal wilayah Citarik merupakan lokasi pertanian golongan 1 dalam produksi padi. Hal inilah yang kemudian membuat Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari uring-uringan saat melakukan inspeksi mendadak ke Kecamatan Tirtamulya, Selasa (14/11) kemarin. "Kecamatan Tirtamulya merupakan lokasi zona lahan produktif pertanian. Saya beri waktu 7 hari kepada camat Tirtamulya membawa para pengembang perumahan untuk menghadap ke kantor," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika para pengembang tersebut memiliki izin untuk membangun perumahan di Tirtamulya, mereka harus melengkapi syarat seperti fasum, fasos. "Jika ternyata tidak sesuai (aturan), maka camat, kades, dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) saya anggap salah dan merupakan pelaku kejahatan. Karena sudah jelas dalam tata ruang jika Tirtamulya merupakan zona pertanian dan penghijauan," ungkapnya.
Saat dimintai keterangan soal penghentian izin sementara pembangunan perumahan di Kabupaten Karawang, Jimmy mengatakan hal itu berlaku juga untuk pengembang di Tirtamulya. Dirinya juga sudah mengintruksikan camat agar menginventarisir pengembang seperti PT Arayan yang izin lokasinya seluas 300 hektare tersebar di tiga kecamatan, atau Alam Sedayu yang memiliki lahan seluas 200 hektare apakah sudah memiliki izin atau belum. "Di Karawang banyak perumahan, tapi hanya sebagian kecil yang menjalankan aturan," ujarnya.
Sementara Camat Tirtamulya AJ Koswara mengatakan, di wilayahnya ada enam pengembang yang menyulap lahan pertanian menjadi perumahan. "Sekarang sudah ada intruksi dari wakil bupati, maka kami akan panggil semuanya untuk memeriksa kembali izinnya," katanya.
Seorang tokoh masyarakat Tirtamulya, Sujana yang hadir dalam rapat minggon mengatakan, lahan teknis seluas 9 hektare di Desa Citarik dijadikan perumahan. Selain mengurangi lahan garapan petani, perumahan tersebut juga menghambat saluran air ke sawah. "Proyek perumahan yang dibangun PT Pandawa menghambat percepatan tanam. Pasalnya Citarik merupakan lokasi pertanian golongan 1 dalam produksi padi," ungkapnya.
Melihat itu, dirinya meminta Pemerintah Kabupaten Karawang tegas terhadap pengembang yang seenaknya membangun perumahan. "Saya meminta solusinya bagaimana. Sedangkan itu sudah jelas melanggar aturan. Karena sudah merubah lokasi lahan pertanian menjadi perumahan," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template