TPS Liar Margakaya Tebarkan Bau Busuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » TPS Liar Margakaya Tebarkan Bau Busuk

TPS Liar Margakaya Tebarkan Bau Busuk

Written By ayah satria on Rabu, 18 Oktober 2017 | 15.12.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang disediakan secara resmi pemerintah daerah di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat menjadi pemicu munculnya TPS liar di daerah tersebut. Masalahnya mungkin akan diminimalkan jika TPS nya di kebun-kebun kosong tetapi jika dibantaran saluran tersier irigasi, ini yang jadi persoalan.
Seperti itu yang terjadi di perlintasan jalan utama Kampung Jati, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Bantaran setinggi hampir tiga meter itu ditaburi sampah dari berbagai jenis. Bahkan sebagian sampai naik ke atas dan mengotori badan jalan diatasnya. Sementara sebagian lagi terlihat tertampung di saluran tersier irigasi yang memanjang di bawah jalan raya.
Warga khawatir jika tidak segera dibersihkan ditakutkan ketika intensitas hujan tinggi hamparan sampah itu bakalan longsor ke bawah dan menimbun badan saluran air, sehingga air terbendung dan meluap ke atas. "Sudah dua tahun ini warga membuang sampahnya di bahu irigasi. Itu juga karena terpaksa lantaran disini tidak ada tempat untuk membuang sampah," tandas Teddi (30) warga Kampung Jati dan tinggal tidak jauh dari lokasi TPS liar.
Teddi memastikan, bukan soal kesadaran bersih warga tinggi atau rendah, tetapi soal tempat buang sampahnya saja. Dia yakin warga saat ini sudah menyadari bahayanya membuang sampah ke sembarangan, apalagi sudah jelas-jelas sanksi yang bakali dijatuhkan juga tidak enteng. Tetapi pemerintah pun harus memberi solusi. "Kalau memang di sediakan tempat buang sampah, kami sebagai warga tidak akan membuang sampah di tempat tersebut," tegas Teddi.
Kendati demikian Teddi memahami kesulitan pemerintah daerah untuk menyediakan tempat pembuangan sampah resmi, karena harus mempersiapkan lebih dulu lokasinya. Itupun tidak mudah karena tidak asal main tunjuk saja jadi lokasi buang sampah, tetapi mesti melalui banyak tahapan, termasuk uji kelayakan apakah tempat buang sampah itu nantinya tidak malah merugikan masyarakat karena bau yang ditimbulkannya. Karenanya, minimal kalau itupun sulit Teddi menyarankan supaya ada paling tidak bak sampah sementara. "Kalau keinginan warga disediakan bak besi penampung sampah, karena jauh lebih efektif," katanya.
Hal senada diungkapkan Mia (27) juga warga Kampung Jati yang mengaku menjadikan bantaran saluran air dibawah jalan utama kampung itu sebagai tempat buang sampah. Dikatakannya, mestinya pemerintah kecamatan peka terhadap fenomena TPS liar itu. Mia sendiri sebetulnya tidak mau membuang sampahnya ke lokasi karena dia tahu yang rugi warga kampungnya juga. Tetapi dia tidak punya pilihan karena memang cuma itu satu-satunya tempat buang sampah di kampungnya. "Warga disini sebetulnya tidak ingin buang sampah ke lokasi itu, hanya saja warga disini tidak memiliki lahan untuk jadi tempat buang sampahnya," ucapnya. 
Bahkan, diakui Mia, tidak sedikit juga warga yang merasa lebih aman membuang sampahnya ke sungai ketimbang di bantaran saluran air itu yang saat ini terlihat sudah overload. "Banyak juga yang buang sampahnya ke sungai karena menilai lebih aman," ucapnya. Sebelumnya ada teguran dari pemerintah desa kepada warga supaya tidak lagi menjadikan bantaran saluran di bawah perlintasan jalan Kampung Jati, Desa Margakaya itu sebagai tempat buang sampah, terutama di saluran air yang ada dibawahnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Ketua RT 07 Anan (46) mengatakan upaya pemerintah desa saat ini sudah maksimal, hanya masih saja ada warga bandel buang sampah di bahu saluran air besar. Untuk itu, katanya, dalam waktu dekat dia akan berkoordinasi dengan kepala desa agar dilakukan pemagaran supaya tidak ada lagi warga buang sampah di lokasi itu. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template