Tiga Hari Jaringan Rekaman e-KTP Eror - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiga Hari Jaringan Rekaman e-KTP Eror

Tiga Hari Jaringan Rekaman e-KTP Eror

Written By ayah satria on Jumat, 27 Oktober 2017 | 13.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pemerintah Kecamatan Cilamaya Wetan pesimis target perekaman KTP elektronik (KTP el) bisa terealisasi hingga akhir Oktober. Apalagi mendekati akhir bulan ini tercatat baru 404 orang yang melakukan perekaman dari 5.569 orang yang menjadi target perekaman. 
"Sejak beredarnya surat edaran percepatan perekaman KTP el September lalu batas waktunya diperpanjang hingga Oktober perekaman KTP el rampung sesuai data yang diunggah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil). Namun, jaringan kita eror sampai tiga kali dalam sebulan terakhir. Ini yang membuat kita pesimis target itu bakal terealisasi akhir bulan ini," tandas Kasie Pelayanan Kependudukan Kecamatan Cilamaya Wetan, Ibrahim, Kamis (26/10).
Ditandaskan Ibrahim, kendala yang dihadapi Kecamatan Cilamaya Wetan adalah maslah jaringan, bahkan sampai eror tiga hari berturut-turut. Otomatis karena persoalan itu pengiriman data jadi macet dan banyak data doble. "Ada yang sudah di rekam keluar lagi, itu belum termasuk data-data warga yang berangkat ke keluar negeri atau yang sudah meninggal dunia juga bermunculan. Itu yang membuat target jadi macet. Akibatnya dari undangan data yang disebar sebanyak 5.569 sejak 18 September lalu, baru terekam hanya 404 orang saja. Jadi mustahil bisa mengejar target sisanya hanya dalam beberapa hari," tegasnya.
Meskipun demikian, sampai saat ini targetnya terus dikejar walaupun undangan yang dijadwalkan per hari itu satu dusun tertentu, justru yang datang dari dusun-dusun berlainan. "Kita baru rekam 404 orang dari target yang di data Dinas 5.569. Faktornya ya sempat ada yang eror tadi sampai tiga kali," ujarnya.
Ibrahim menambahkan, target hingga akhir Oktober ini adalah hajat Pusat dan Provinsi jelang pesta Pilgub dan Pemilu tahun 2018-2019, karena kalau belum direkam, dikhawatirkan hak pilihnya tidak masuk data base. Sementara Pemilu itu yang mempunyai hak pilih adalah mereka yang sudah memiliki KTP el dan Surat Keterangan (Suket). Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekarang ini disinkronkan dengan Catpil, sehingga dalam menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih tertata lagi. "Warga yang ikut Pilgub ya mereka yang punya KTP el atau Suket, jika tidak ya nanti tidak punya hak pilih," ungkapnya.
Karenanya, ia persilahkan pemerintah desa mengatur per Dusun dalam memobilisasi perekaman segera,  dari target 5,569 rata-rata dari undangan yang sudah disebar antara NIK KK-KTP beda, maka berulang kali ia sarankan agar bikin KK baru. Karena jika salah satunya NIK nya berbeda maka KK yang harus digugurkan ganti yang baru lantaran sifatnya manual, sementara KTP itu jaringannya akses pusat. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template