Tidak Lapor Pare TPP ASN Dipotong 10 Persen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Lapor Pare TPP ASN Dipotong 10 Persen

Tidak Lapor Pare TPP ASN Dipotong 10 Persen

Written By ayah satria on Selasa, 17 Oktober 2017 | 20.56.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Sistem Aplikasi Performance Agrement, Report By Elektronik (PARE) menjadi tuntutan setiap pelaporan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Fungsional maupun struktutal, terhitung Oktober ini. Pemberlakuan inovasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu menuntut ASN melek teknologi untuk mengirimkan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bulanan dan tahunan secara online di aplikasi ini.
"Jika tidak mengirim laporan via PARE, tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinikmati setiap bulan, siap-siap dipotong 10 persen," ucap Kasubag Umum Program dan Pelaporan Kecamatan Lemahabang, Wati Setiawati, Senin (16/10).
Dikatakan Wati, semua ASN mulai Oktober ini diwajibkan membuat laporan program bulanan, tahunan dan SKP nya melalui aplikasi PARE. Bisa di komputer, bisa juga di ponsel android. Semuanya harus masuk dan membuka aplikasi ini dan menginput Nomor NIP nya. Disana dimasukan program bulanan yang akan datang dan program yang sedang dilaksanakan hingga tugas-tugas yang sudah dikerjakan masing-masing ASN.
Bahkan, lanjut Wati, sebagai sanksinya, jika tidak melapor via PARE ini akan dipotong TPP sebesar 10 persen. Karenanya, dengan memanfaatkan ponsel android dan teknologi komputer ini, ASN dituntut bisa melakukan input dan membuat laporan. "Programnya bagus jadi bisa dilihat dan diakses langsung, dan jika tidak mengirim laporan kena sanksi 10 persen TPP kita dipotong," ujarnya.
Senada itu, dikatakan Kasubag Keuangan Kecamatan Lemahabang, Dede Ilyas S.sos, sistem aplikasi PARE ini adalah upaya Pemkab mendisiplinkan ASN terkait kinerjanya, karena laporan yang dikirim akan di cek dan dinilai atasan masing-masing OPD. "Semua program baik bulanan maupun tahunan dilaporkan secara elektronik," sebut Dede.
Aplikasi ini, terang Dede, sangat lancar, hanya saja kelemahannya adalah mungkin kembali ke pribadi masing-masing ASN.
Dikatakan Dede, bisa saja ada ASN yang tidak bisa buka aplikasi bahkan mengirim laporan karena keterbatasan SDM. Bahkan lebih jauhnya, ponsel yang digunakannya bukan android. Namun, Dede yakin semuanya nantinya akan lancar karena PARE ini jadi tuntutan. "Kelemahannya mungkin SDM PNS itu sendiri, ya kalau 10 persen dipotong karena keterbatasan SDMnya itu jadi resiko masing-masing," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template