Ternyata.. Ada Surat Izin Palsu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ternyata.. Ada Surat Izin Palsu

Ternyata.. Ada Surat Izin Palsu

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Oktober 2017 | 19.55.00

KARAWANG, RAKA - Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan tidak akan mengizinkan penggunaan lahan pertanian teknis untuk dijadikan pabrik kaca oleh PT Jatisari Lestari Makmur yang beberapa hari terakhir menjadi sorotan.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui apapun terkait perizinan lahan teknis yang saat ini menjadi polemik di tengah masyarakat.
Dijelaskan Cellica, setelah memanggil dinas terkait, pihaknya baru tahu ternyata izinnya hanya ada 3,5 hektare dan peruntukannya pergudangan. Menurut Cellica, untuk yang 3,5 hektare itu diperbolehkan. "Karena menurut tata ruanganya boleh untuk yang 3,5 hektare. Namun hari ini kita mengetahui pihak ketiga melakukan perluasan ke belakang dan akhirnya menggerus lahan pertanian yang tata ruang wilayanya untuk pertanian. Saya katakan, itu tidak boleh," tandasnya.
Dikatakan Cellica, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil PT JLM. Cellica juga menilai, PT JLM telah menjadi korban penipuan. "Saya sudah bilang ke kapolres, ini akan terus dilidik terkait penipuannya. Masalah kebijakan, mau diapapun juga itu tidak bisa digunakan, baik gudang maupun perumahan. Apalagi pabrik. Sehingga tentunya hari ini kita akan lakukan penyegelan dengan Satpol PP dan dinas terkait lainnya," sambungnya.
Yang pasti kata dia, pemerintah daerah tidak akan pernah menginzinkan lahan tersebut dialihfungsikan menjadi bangunan pabrik. "Langkah kedepannya tanam palawija aja yang sudah diurug," ujarnya.
Kata Cellica, DPMPTSP yang memiliki kewenangan untuk perizinan sudah tidak boleh lagi mengeluarkan izin sebelum dilaporkan kepada dirinya selaku bupati, sehingga persoalan seperti PT JLM tidak terulang kembali dan menimpa insvestor lainnya yang akan masuk Karawang. "Dengan kejadian sekarang, kepala dinas wajib melaporkan ke saya. Baik yang lagi diurus, yang sedang diurus, dan lainnya. Kita akan evaluasi total. Saya minta laporkan semuanya," sambung dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang Dedi Achdiat mengatakan, izin yang diberikan kepada PT JLM yang datang waktu itu sudah setengahnya, mulai dari izin prinsip, maupun izin lokasi untuk lahan seluas 3,5 hektare yang diperuntukkan gudang. Menurutnya, IMB lahan seluas 3,5 hektare itu sudah sesuai dengan Pertek yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan semuanya memenuhi untuk dibuatkan gudang.
Namun di luar lahan seluas 3,5 hektar, tidak boleh didirikan bangunan karena lahan teknis. Diakuinya, pihaknya sempat diminta mengubah perizinan yang awalnya gudang menjadi pabrik dan itu sudah jelas melanggar. Dijelaskannya, pabrik harus berada di kawasan, tidak boleh didirikan di jalur itu. "Saya sudah mengeluarkan surat kepada PT JLM yang menyatakan bahwa izin tidak bisa diproses, kita sudah buat penolakan.
Belakangan diketahui, terdapat surat IMB palsu. Dedi menjelaskan, kop tersebut tertera tulisan "badan" sedangkan tanda tangan yang mengatasnamakannya bertuliskan kepala "dinas" yang ditandatangan pada 17 Mei 2017. "Saya sebagai orang yang dirugikan saya akan lapor, karena menyangkut kredibilitas saya. Karena surat yang ada itu palsu," tandasnya seraya menyebutkan pernah dicek di sistem, namun tidak terdaftar. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template