Tabungan Belum Dibagikan, Siswa SD Diajak Mogok Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tabungan Belum Dibagikan, Siswa SD Diajak Mogok Sekolah

Tabungan Belum Dibagikan, Siswa SD Diajak Mogok Sekolah

Written By ayah satria on Kamis, 05 Oktober 2017 | 19.35.00

JAYAKERTA, RAKA - Masih ingat dengan Katmo, kepala SDN Kemiri IV, Kecamatan Jayakerta, yang tega menggelapkan uang tabungan para siswa, sekitar bulan Juni 2017.
Meski sang kepala sekolah sudah menjadi pesakitan di meja hijau, ternyata para orang tua murid masih keukeuh meminta uang tabungan tersebut dikembalikan. Amarah para orang tua itu akhirnya memuncak. Mereka melarang anaknya untuk sekolah sejak Senin (2/10) hingga Rabu (4/10) kemarin. Hal tesebut dilakukan sebagai bentuk protes wali murid kepada pihak sekolah, karena uang tabungan belum juga dibagikan.
Seorang wali murid, Oon, aksi mogok sekolah merupakan bentuk kekecewaan para wali murid, karena tabungan siswa yang seharusnya dibagikan menjelang liburan hari raya Idul Fitri, sampai saat ini belum dibagikan. Dirinya mengakui uang tabungan di SDN Kemiri 4 sebesar kurang lebih Rp 1,5 juta, rencananya akan dipergunakan untuk melanjutkan sekolah anaknya. "Sampai saat ini tabungan anak saya belum dibayar. Kita kompak aja sama ibu-ibu lain untuk mengadakan aksi mogok sekolah," katanya kepada Radar Karawang, Rabu (4/10) kemarin.
Ia sangat berharap uangnya bisa diganti, karena usahanya sebagai tukang lotek dirasa tidak cukup untuk memenuhi biaya anaknya bersekolah. Tahun-tahun sebelumnya, sebelum kepala sekolah diganti, sekolah tidak pernah mempunyai masalah. Apalagi yang bersangkutan dengan uang tabungan. Maka dari itu, dirinya berserta ibu-ibu lain berlomba untuk menabung. "Memang anak saya saat ini sudah bersekolah di SMP. Tadinya uang tabungan saat masih sekolah di SDN Kemiri 4, itu buat daftar ke sekolah. Namun saya terpaksa harus meminjam kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah," akunya.
Dikatakannya, untuk mengganti uangnya tersebut, tentunya harus ada pihak yang bisa membantu. Terutama lembaga pendidikan yang memang harus bertanggungjawab dalam hal ini. Masih kata dia, jika dilihat perorangan memang terlihat kecil, namun yang menjadi korban tabungan tersebut bukan hanya dirinya, namun seluruh orangtua siswa yang menabung. "Bagi saya uang satu juta setengah itu cukup besar. Setiap keuntungan usaha lotek saya sengaja tabungkan untuk keperluan anak sekolah, taunya malah jadi korban," keluhnya.
Penasaran dengan keputusan hakim dalam persidangan sebelumnya, para wali murid sepakat untuk menghadiri sidang kedua di Pengadilan Negeri Karawang yang akan dilakukan Kamis (5/10), atas kasus dugaan penggelapan uang tabungan siswa yang dilakukan oleh kepala SDN Kemiri 4. Sedangkan menurut Penilik Jayakerta Tabroni M.Si saat dihubungi via seluler, dirinya mengaku tidak mengetahui adanya aksi ibu-ibu yang melakukan mogok sekolah di SDN Kemiri 4. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template