Software Aplikasi Desa Mubazir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Software Aplikasi Desa Mubazir

Software Aplikasi Desa Mubazir

Written By Mang Raka on Selasa, 24 Oktober 2017 | 15.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Masih ingat alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) untuk aplikasi sebesar Rp 17 juta di tahun 2016 lalu. Berbeda dengan realisasi buku manual dan monografinya, Software yang harusnya berisi format Sistem Manajemen Desa (Simade) belum bisa digunakan sampai saat ini, akibat belum adanya bimbingan teknis (Bintek) lanjutan dari pihak ke tiga.
Sekretaris Desa Rawagempol Wetan Tarman, mengatakan itu kepada Radar Karawang, Senin (23/10). "Aplikasi dana sebesar Rp 17 juta itu baru dirasakan manfaatnya hanya di monografi dan buku-bukunya saja. Namun untuk Software, tiga CD (compact disc) yang ada belum satupun bisa digunakan," ungkap Tarman dan menambahkan belum lama inspektorat juga sempat mempertanyakan program Simade saat melakukan pemeriksaan di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan.
Dijelaskan Tarman, sebetulnya untuk kecamatan Cilamaya Wetan aplikasi itu sudah siap dipergunakan. Saat ini tinggal menunggu bimbingan lanjutannya saja. "Khusus di Kecamatan Cilamaya Wetan ini belum satupun ada yang mengikuti Bimbingan Teknis aplikasi Simade. Padahal Bintek ini sudah harus dilakukan sehingga software yang sudah ada bisa segera dipergunakan. "Jika Binteknya tidak segera dilakukan dikhawatirkan aplikasi format Simade ini akan menjadi program sia-sia dan software nya pun menjadi mubazir," tandas Tarman.
Ditambahkan Tarman, sebelumnya pihak ketiga sudah menjanjikan akan mengadakan bintek khusus untuk aplikasi program tersebut. Tetapi sampai saat ini belum ada satupun di Kecamatan Cilamaya Wetan ini yang dibintek. "Kalau monogtafi dan buku-bukunya kepakai tetapi ini Software tiga-tiganya belum bisa digunakan. Sayang kan jadi mubazir juga," keluhnya.
Lebih jauh Tarman menambahkan, format softwarenya ada, tetapi tidak bisa diisi data karena terganjal aplikasi yang setiap tahun berubah karena aplikasi itu ada batas waktu berubah setiap tahun. Terutama soal pendataan lengkap kependudukan. Untuk itu, bintek yang dijanjikan pihak ke tiga oleh perusahaan sesuai kesepakatan masih belum terwujud dan arahan lanjutannya sepertj apa juga belum diketahuinya. "Perusahaan atau pihak ke tiga itu sudah menyanggupi biaya bintek ditanggungnya, tapi sampai sekarang belum direalisasikan," tandasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template