Sidang Kedua Aking Saputra - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sidang Kedua Aking Saputra

Sidang Kedua Aking Saputra

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 11.45.00

Sempat Hubungi Pelapor, Rekaman Telepon Batal Diputar

KARAWANG, RAKA - Sidang ketiga perkara penistaan agama dengan terdakwa Aking Saputra digelar Pengadilan Negeri Karawang, Rabu (18/10) kemarin.
Berbeda dengan sidang perdana, mantan Direktur PT Kertabumi itu tidak lagi mengenakan rompi tahanan berwarna merah. Aking terlihat berkemeja biru, bercelana katun warna hitam. Sebelum memasuki ruang sidang, dia terlihat berjalan agak cepat sambil menggenggam sebotol air mineral. 
Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Surachmat, saksi pelapor Syukur Mulyono diminta untuk memaparkan alasannya melaporkan Aking. Mulyono mengaku, melalui sambungan telepon sudah mengigatkan Aking agar tidak mengupload status yang berkaitan dengan agama di luar agamanya. "Aking minta maaf kepada saya. Saya pribadi sudah memaafkan. Tapi karena ini mengenai agama, kita serahkan ke proses hukum," ungkapnya.
Pernyataan Mulyono itu rupanya dibantah Aking. Menurut pengakuannya, dia tidak pernah berbicara dengan Mulyono, apalagi meminta maaf. Karena saat dirinya menelepon Mulyono, sambungan teleponnya langsung diputus. "Iya saya menelepon, tapi ketika saya bilang pak Mul, ini Aking pak. Terus dia menutup teleponnya," ujar Aking.
Mendengar bantahan dari terdakwa, Mulyono bersedia membuktikan rekaman percakapannya dengan Aking. Namun, tim penasehat hukum Aking menolak rekaman tersebut diputar di pengadilan. "Pak ketua (hakim) kami menolak (rekaman diputar). Karena jika terus disodorkan bukti, kami akan kesulitan dalam proses persidangan ini," ungkapnya.
Meski dalam persidangan kali ini rekaman tersebut tidak diputar, Tim Jaksa Penuntut Umum yang diketuai oleh Lia Pratiwi menyatakan akan merekap semua pernyataan para saksi. Termasuk rekaman percakapan Mulyono dengan Aking. "Pak Mulyono ketika kita butuh rekaman itu, kita akan minta. Tapi nanti," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pelapor Aking, Gabriel Alexander meminta agar proses persidangan penistaan agama bisa selesai cepat dan jelas. Agar ketentraman masyarakat Karawang tidak lagi terganggu. "Proses hingga endingnya harus jelas. Kalau tidak ada kepuasan dari proses hukum, ada langkah-langkah lainnya yang dapat kita tempuh," tuturnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template