Satu Bangunan Dipakai Tiga Sekolah Negeri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satu Bangunan Dipakai Tiga Sekolah Negeri

Satu Bangunan Dipakai Tiga Sekolah Negeri

Written By ayah satria on Selasa, 17 Oktober 2017 | 20.43.00

Gedung SD Merangkap SMP dan SMK

PURWASARI, RAKA - Ingin memiliki bangunan sekolah sendiri dan bisa merasakan belajar dengan nyaman, adalah impian seluruh siswa SMKN Purwasari sejak dulu. Bayangkan saja, sudah 5 tahun ratusan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di SDN 1 Karangsari, Kecamatan Purwasari.
Anggita Wulandari misalnya, perempuan yang baru duduk di bangku kelas XI jurusan Akutansi, ini mengaku ingin seperti teman-teman di sekolah lainnya yang bisa menikmati kegiatan belajar di sekolah sendiri. Bukan karena malu, justru kata dia berbeda rasanya ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sekolah lain. "Inginnya belajar di sekolah sendiri jadi tidak numpang," katanya kepada Radar Karawang, Senin (16/10) kemarin.
Hal serupa juga disampaikan Agus Mulyana, teman satu sekolahnya itu juga sudah lama mengidamkan memiliki bangunan sekolah sendiri. "Sudah lama masih menumpang di sini aja," tuturnya.
Sementara bagian kurikulum Arif Saepuloh S.PdI mengatakan, hampir menginjak 5 tahun, kegiatan belajar mengajar menumpang di sekolah dasar. Entah sampai kapan, yang jelas menurutnya sampai saat ini ratusan siswa masih terkendala dengan ruangan kelas untuk belajar. "Sudah 5 tahun disini menumpang, belum ada kabar juga buat pindah atau punya bangunan sekolah sendiri," ungkapnya.
Dia menjelaskan, jumlah tenaga pendidik sebanyak 20 guru dan siswa sebanyak 500 orang, terpaksa membagi waktu belajar dua shift pagi dan siang. Sebab, bangunan sekolah yang digunakan tersebut juga dipakai untuk kegiatan siswa sekolah dasar. "Kalau pagi bareng sama anak SD satu lingkungan juga sama SMP satap. Jadi satu bangunan dihuni 3 sekolah," akunya.
Parahnya, kata dia, hampir setiap pagi puluhan siswa bahkan rela mengikuti kegiatan belajar dengan menggunakan alas lantai sekolah, karena minimnya ruang kelas belajar. "Siswa 500 lebih, sedangkan kelas yang digunakan cuma 7 kelas. Wajar saja jika masih ada yang belajar di luar kelas, cuma dua jurusan akutansi sama TSM," ungkapnya.
Untungnya, kata dia, separuh dari seluruh siswa tersebut tengah disibukan dengan praktek kerja industri. Sehingga tidak membuat pihak sekolah kebingungan untuk mencari lagi ruangan kelas yang bisa digunakan. "Segini (jumlah) siswa yang lainnya lagi prakerin, kalau sama dibagi juga dua shift. Kalau ngumpul semua tidak akan terpenuhi," ucapnya.
Untuk saat ini, dirinya bersama keluarga besar sekolah hanya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, terhadap pembangunan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Karawang. "Semoga ada perhatian dari pemerintah sendiri," harapnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template