Satgas Anti Rokok Perketat Pengawasan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satgas Anti Rokok Perketat Pengawasan

Satgas Anti Rokok Perketat Pengawasan

Written By ayah satria on Jumat, 20 Oktober 2017 | 18.21.00

TELUKJAMBE, RAKA - Meski sudah berusaha keras melakukan sosialisasi setiap hari, bahkan membuat tulisan dilarang merokok di hampir semua ruangan tapi kenyataan sampai saat ini perilaku bebas merokok di RSUD Karawang masih sulit diberantas.
"Harus terus digalakan untuk meminta pengunjung RSUD Karawang tidak merokok sembarangan karena sampai saat ini saya masih banyak menemukan perokok yang belum taat aturan," ungkap anggota satgas anti rokok RSUD Karawang Bidan Sri Endah Nurlaeli, SKP SKM, belum lama ini.
Terkait perilaku perokok yang bandel, Bidan Sri mengakui pasca libur lebaran kemarin sudah mulai turun kelapangan langsung untuk meminta pErokok yang masih bandel untuk tidak merokok sembarangan dilingkungan RSUD Karawang yang memang harus bebas asap rokok. Sri mengatakan itu bukannya tanpa bukti tetapi puntung-puntung rokok yang ditemukannya di sudut-sudut area membuktikan itu.
Sri mengaku selalu dapat banyak bawaan baik puntung rokok ataupun bungkus rokok yang terpaksa diambil dari pemiliknya. "Sosialisasi sudah sering dilaklukan kepada pengunjung rumah sakit untuk tidak merokok sembarang tetapi tetap dilakukan," jelas Sri.
Sri menambahkan untuk meminimalkan aksi merokok di lingkungan rumah sakit rencananya Satgas Anti Rokok RSUD akan meningkatkan sosialisasi tidak merokok kepada pengunjung rumah sakit. Ditambahkan Sri selama ini pihaknya melakukan patroli setiap hari tiga kali keliling dengan target memberikan penjelasan kepada perokok bandel. "Pengunjung RSUD Karawang berasal darimana saja bahkan warga pelosok Karawang. Pengetahuan mereka mengenai bahaya merokok juga masih minim jadi belum memahami kalau asap rokok juga berbahaya bagi yang tidak merokok terlebih bagi perokoknya," ujar Sri.
Ditambahkan Sri, rumah sakit harus bebas rokok karena dampak rokok luar biasa. Belum yang perokok pasif akan lebih besar mendapat resiko dari hasil asap perokok aktif. Selain itu, jika perokok membuang asap sembaranagn atau didalam kamar, selama tiga hari itu racun asap rokok masih ada. "Tidak heran, jika ada bayi lahir cacat semntara ibunya tidak merokok. Setelah diselusuri yang perokok ayahnya dan ternyata yang justru langsung terkena dampak penyakit akibat asap rokok justru bayi yang tidak sedikit cacat lumpuh atau sebagainya akibat asap rokok. Hal ini yang mendasari sosialisasi saya," bebernya.
Diakui Sri, selama menjadi satgas anti rokok prilaku perokok memang selalu mencuri-curi. Seperti banyak ditemukan saat dilakukan patroli keliling, tidak sedikit perokok yang ngumpet-ngumpet merokok diarea ruang rawat inap. Seperti disamping atau lorong. Ini secara kesehatan membahayakan terhadap pasien dan pengunjung yang tidak merokok masih saja terkena dampaknya meski berada di ruamh sakit. "Sampai saat ini masih banyak pengunjung yang nekad merokok diruang lingkungan ruang rawat inap meski memang bukan didalamnya. Perilaku seperti ini masih saja ditemui hingga saat ini," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template