Saling Ejek di Medsos, Pelajar Jatisari Tewas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Saling Ejek di Medsos, Pelajar Jatisari Tewas

Saling Ejek di Medsos, Pelajar Jatisari Tewas

Written By ayah satria on Senin, 23 Oktober 2017 | 13.54.00

KARAWANG, RAKA - Berawal dari saling tantang di media sosial, seorang pelajar SMPN 1 Jatisari pulang dalam keadaan tidak bernyawa. Peristiwa nahas itu terjadi di perlintasan Jalan Raya Cikalong, Jumat (20/10) sore.
Korban yang diketahui bernama Sahal Mahfud, warga Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, itu tewas bersimbah darah setelah diajak Ridwan alias Icot ke daerah Patokbeusi, Subang. Informasi yang diperoleh, keberangkatan kedua remaja dari warung teh di Cikalong ke Subang untuk melihat situasi arena tawuran, yang kabarnya akan dilakukan antara pelajar SMPN 1 Jatisari dengan SMPN 1 Patokbeusi, Sabtu (21/10). Namun nahas, diduga korban lebih dulu bertemu dengan pelajar di wilayah Patokbeusi Subang. Sejurus kemudian, korban kembali dibawa Ridwan ke warung kopi di daerah Cikalong dalam keadaan mengenaskan. Bagian paha robek, dada dan punggung memar. Karena kehabisa darah, akhirnya Sahal meninggal saat dibawa ke Rumah Sakit Centra Medika Cikalong. 
Kapolsek Jatisari Kompol Bambang Iswanto SH mengatakan, kasus yang merenggut nyawa pelajar tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Awalnya, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat ada seorang remaja berpakaian sekolah berlumuran darah, tergeletak di pinggir jalan raya perlintasan Jatisari Cikalong. "Saat ini kami masih menunggu hasil dari otopsi dari korban," katanya kepada Radar Karawang, Sabtu (21/10).
Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, korban berboncengan dengan teman satu sekolahnya bernama Fito ke warung teh di sekitar Cikalong. Setibanya disana, korban pergi dengan Ridwan alias Icot ke daerah Patokbeusi, Subang. Tidak lama kemudian, Sahal kembali dengan Icot, namun kondisinya sudah berlumuran darah tak sadarkan diri. Lantas korban digeletakan di warung teh. "Diduga motif kejadian tersebut berawal dari media sosial. Namanya anak labil proses mencari jati diri jadi saling tantang," ucapnya.
Agar kasus ini terang benderang, saat ini Polsek Jatisari sedang mencari Ridwan. Karena, kata Bambang, Icot adalah saksi kunci yang mengetahui bagaimana peristiwa sebenarnya di Patokbeusi. Namun, kata dia, sampai saat ini keberadaan saksi kunci yang pergi bersama korban masih belum diketaui. "Kemungkinan Icot ini teman korban juga dia ketakutan atau kebingungan. Jadi pas begitu kembali bersama korban, dia menggeletakan korban lantas pergi. Sehingga kasus ini masih dalam tahap penyeledikan kami untuk mengungkapnya," ucapnya.
Dia menambahkan, kasus tersebut dikenakan Pasal 70 KUHPidana karena sudah mengakibatkan nyawa seseorang melayang. Adapun itu, saat ini korban sudah dimakamkan di pemakaman umum yang ada di Kalijati. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template