Punya Anak Tujuh, Penghasilan Bah Rinta Cuma Rp 40 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Punya Anak Tujuh, Penghasilan Bah Rinta Cuma Rp 40 Ribu

Punya Anak Tujuh, Penghasilan Bah Rinta Cuma Rp 40 Ribu

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 20.22.00

RAWAMERTA, RAKA - Di tengah perkembangan dan pembangunan yang semakin gencar di Kabupaten Karawang, hingga dijuluki sebagai kota industri, masih saja terselip potret kemiskinan di kalangan masyarakat. Seperti yang terjadi di tengah keluarga Abah Rinta, warga Dusun Ciwelut, Desa Panyingkiran, Kecamatan Rawamerta. Dengan bekerja menjadi seorang buruh serabutan, dia harus menafkahi 7 anggota keluarga termasuk dirinya.
Selain pekerjaannya yang hanya sebagai buruh serabutan, Rinta bersama keluarga harus rela tinggal di rumah tidak layak huni. Kesabarannya semakin diuji ketika salah satu anaknya yang mengalami kelainan mental. Selain itu, dirinya juga harus merawat kedua cucunya yang yatim piatu, dan dua orang cucu lainnya dalam keadaan piatu.
Menurut Tarwiyah, istri Rinta, suaminya yang hanya sebagai seorang buruh serabutan, setiap hari hanya berpenghasilan antara Rp 40 hingga Rp 50 ribu per hari. Dan hal tersebut hanya cukup untuk mencukupi biaya makan sehari-hari, agar kebutuhan semua anggota keluarganya bisa tercukupi. "Suami saya seorang kuli serabutan.  Sedangkan dia harus menafkahi 6 orang di dalam keluarga," ujarnya, kepada Radar Karawang, Rabu (18/10) kemarin.
Atas keprihatinan hidupnya tersebut,  dirinya sangat berharap kepada pemerintah bisa agar bisa memperhatikan keluarganya. Ia mengaku, ingin hidup layak seperti halnya orang lain, namun kenyataannya suaminya yang dinilai sudah terlalu renta, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah bersyukur.
Menurut Kepala Desa Panyingkiran Yadi Cahyadi, dirinya mengaku prihatin dengan keadaan keluarga Abah Rinta yang harus hidup di bawah garis kemiskinan. Untuk meringankan beban Abah Rinta, kades mengaku, untuk sementara pihak desa akan memprioritaskan pengajuan pembangunan rumah tidak layak huni. Dan untuk kesejahteraannya, pihak desa akan mengajukan bantuan kepada pihak terkait. "Prihatin lihatnya, jadi kita upayakan agar rumahnya dulu bisa dibenahi dengan mengajukan rutilahu, untuk selanjutnya sedikit-sedikit kita bantu untuk meringankn beban hidupnya, kasihan abah sudah renta sekali dan harus menafkahi ke lima cucu beserta istrinya," punkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template