Pot Bunga Plered Tembus Pasar Korea Selatan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pot Bunga Plered Tembus Pasar Korea Selatan

Pot Bunga Plered Tembus Pasar Korea Selatan

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 13.15.00

PURWAKARTA,RAKA - Bagusnya kualitas tanah liat di Kecamatan Plered dan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta ternyata cukup membuahkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Hal ini terbukti dari hasil alam tersebut banyak dimanfaatkan warga di Kecamatan Plered untuk dijadikan sejumlah kerajinan yang bernilai ekonomis.
Pasalnya, tanah liat di dua kecamatan tersebut sangat cocok untuk dijadikan kerajinan seperti, keramik, tembikar, genteng dan pot bunga. Untuk pot bunga misalnya. Salah satu, kerajinan kriya asal kecamatan yang juga terkenal dengan makanan sate marangginya itu terus meningkatkan prestasi. Tak tanggung-tanggung, kerajinan dari tanah liat itu mampu menembus pasar Korea Selatan.
Salah satu, perajin keramik asal Desa Cadas Mekar, Kecamatan Tegalwaru, Supriyanto (36) mengatakan, akhir-akhir ini permintaan keramik dari negeri ginseng akan kerajinan tersebut terus mengalir deras. Adapun jenis kerajinan kriya yang paling diminati, yakni pot bunga. "Kami membuat pot bunga yang polanya sesuai permintaan mereka," ujar Supriyanto, kemarin.
Dengan kata lain, sambung dia, bentuk potnya disesuaikan dengan keinginan pembeli dari Korea. Jadi, modelnya bukan seperti pot bunga pada umumnya. Melainkan lebih berpola, yakni menyerupai cekungan setengah lingkaran. "Selain itu, bentuknya ada yang persegi panjang atau agak cekung atasnya. Ya pokoknya sesuai gambar yang mereka kirim. Selain dari bentuk, motif hiasannya pun berbeda dari pot biasa. Tapi, ada juga yang polos dan juga yang pake aksesoris seperti ukiran. Tergantung dari permintaan pasar," jelas dia.
Dia mengaku, dalam sebulan biasanya pesanan dari Korea itu sekitar 6.000-10 ribu pot bunga tanah liat. Namun, karena keterbatasan perajin, pihaknya hanya mampu mengirim 1.500 picis. Sedangkan harga satuannya, bervariasi. Yakni, dari mulai Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per picis. Menurut dia, di kalangan masyarakat menengah ke bawah di luar Purwakarta, kualitas kerajinan kriya asal Plered dan Tegalwaru ini sangat terkenal. Karena, dianggap memiliki kualitas super dibanding dari daerah lain. Hal tersebut, karena jenis tanah liat yang digunakan sebagai bahan dasar kriya ini, memiliki keunggulan tersendiri dibanding tanah liat di daerah lain. "Bahan baku yang kami gunakan, merupakan tanah liat khusus," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template