PKL Tolak Pembangunan Drainase Pakai Beko - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PKL Tolak Pembangunan Drainase Pakai Beko

PKL Tolak Pembangunan Drainase Pakai Beko

Written By ayah satria on Kamis, 26 Oktober 2017 | 19.20.00

KLARI, RAKA - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Pasar Kosambi berbondong-bondong mendatangi kantor Desa Duren. Mereka meminta agar pembangunan saluran air sepanjang jalan raya klari tepatnya didepan pasar Kosambi dilakukan tidak menggunakan alat berat atau dilakukan secara manual, Rabu (25/10).
Husen salah satu pedagang sayuran di Pasar Kosambi mengatakan, dengan adanya pelaksanaan pembangunan salurai air di sepanjang jalan raya Klari, secara terpaksa PKL  tidak bisa berjualan. Maka dari itu dia meminta kepada pengelola pasar kosambi dalam hal ini Pemerintahan Desa untuk menunda dulu pelaksanaan pembangunan saluran air. "Kita semua sudah sepakati pernyataan yang sudah dibuat tadi," tuturnya.
Sementara Mantri Pasar Kosambi, Abdul Kholik yang datang bersama ratusan PKL menyampaikan, untuk saat ini dia bersama teman-teman pedagang lainnya hanya meminta kebijakan dari kepala desa sebagai pengelola Pasar Kosambi untuk bisa mempertahankan nasib masyarakat atau para pedagang. "Atas permintaan para PKL, kalau bisa pelaksanaan pembangunan saluran air ditunda dulu dan kita menolak pembangunan dilakukan dengan menggunakan alat berat," tuturnya.
Sementara Kepala Desa Duren Abdul Halim menegaskan, selama para pedagang bisa menertibkan usahanya tersebut pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan baik. Namun dirinya juga menolak secara tegas jika pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan menggunakan alat berat. Jika perlu kata Ketua Ferum Kepala Desa Kabupaten Karawang ini,  pelaksanan pembangunan dilakukan secara manual agar tidak menggangu jalannya arus lalu lintas dan para pedagang. "Hasilnya sudah kita musyawarahkan pedagang kaki lima apa aja yang menjadi keluhan nanti kita buat surat penyrataan dan kita kirimkan surat penyataan ini ke kementerian dan dinas Binamarga atau PUPR Provinsi dan Kabupaten," ungkapnya.
Menurutnya meski program tersebut merupakan program pelaksanaan pemerintah pusat, namun jika menggangu pelaksaan usaha para pedagang dan masyarakat kecil dirinya siap melakukan pemunuduran pelaksanaan pembangunan. "Kita pending ini pasar milik desa loh bukan milik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dan pusat," jelasnya.
Dia juga menyampaikan pembangunan saluran air tersebut bisa dilaksanakan jika pembangunan revitalisai pasar juga segera dilakukan. "Kalau mau nanti kita bangun dulu Pasar Kosambi, agar masyarakat bisa terus melaksanakan usahanya," terangnya.
Beberapa pernyataan yang disampaikan oleh seluruh PKL di Pasar Kosambi diantaranya, pertama tidak akan meminta ganti rugi kepada pemerintah maupun pelaksana kegiatan, kedua demi kelancaran pekerjaan dan aktivitas pasar dimohon untuk dikerjakan secara manual atau tidak menggunakan alat berat, ketiga selama pekerjaan tersebut berlangsung bersedia untuk menempati lokasi dengan tertib dan rapi. "Pernyataan yang dibuat nanti akan kita sampaikan ke kementerian," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template