Peziarah Makam Eyang Gandasoli Harus Sopan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peziarah Makam Eyang Gandasoli Harus Sopan

Peziarah Makam Eyang Gandasoli Harus Sopan

Written By ayah satria on Sabtu, 28 Oktober 2017 | 15.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Jika masyarakat ingin berkunjung untuk melakukan ziarah ke makam sesepuh, tentunya harus paham tata cara berziarah. Sebab, tak sedikit mitos dan larangan yang harus diketahui oleh masyarakat. Tidak terkecuali makam Eyang Dalem Gandasoli, makam yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta ini juga, memiliki beberapa larangan yang perlu diketahui.
Seperti diungkapkan Lili, juru kunci makam Eyang Dalem Gandasoli, jika masyarakat ingin berziarah haruslah mengetahui aturan yang telah diberlakukan. "Seperti ketika datang ke sini tidak boleh berisik, pengunjung harus lebih bisa jaga sikap, berpakaian sopan dan menjaga kebersihan di area sekitar makam. Perempuan tidak boleh mengenakan pakaian ketat," terang Lili, saat ditemui di area makam Eyang Dalem.
Larangan lainya, para pengunjung yang datang tidak boleh merusak alam sekitar area makam, seperti tidak boleh mencabut atau memotong ranting sembarangan. "Pasti ada efeknya bagi yang melakukan, karena sudah banyak terjadi ketika peziarah memotong ranting akan mengalami gatal-gatal," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, bagi peziarah yang datang harus benar-benar memiliki niat tulus mendoakan ahli kubur. "Kalau ada niatan lain yang sifatnya negatif, lebih baik jangan berziarah ke sini," tegasnya.
Sekedar diketahui, Anggayuda (bukan nama asli) atau lebih dikenal dengan Eyang Dalem meninggal pada tahun 1713. Peralatan dan bajunya sampai saat ini masih ada dan diamankan oleh warga sekitar. Sedangkan untuk makamnya, mulai dikunjungi para peziarah sejak 2007 sampai sekarang. Setiap harinya, makam Eyang Gandasoli tak pernah surut dari peziarah . Biasanya mereka datang pada malam sore hingga malam hari. Peziarah yang datang tidak didominasi selain warga lokal saja namun, masyarakat dari luar kota, seperti Jakarta, Karawang, Banten, dan kota-kota lainya yang biasa menapak tilas sejarah dari para makam leluhur. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template