Peringatan BPD tak Digubris Kades Kutajaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peringatan BPD tak Digubris Kades Kutajaya

Peringatan BPD tak Digubris Kades Kutajaya

Written By ayah satria on Kamis, 05 Oktober 2017 | 19.38.00

Tiga Minggu Kantor Desa Kosong

KUTAWALUYA, RAKA- Masalah di Desa Kutajaya hingga saat ini belum juga selesai. Pelayanan di desa ini sudah vakum sejak tiga minggu terakhir. Tidak ada aktifitas pelayanan bahkan kantor desa pun selalu kosong. Kondisi ini, menjadi sorotan Badan Perumsyawaratan Desa (BPD).
Ketua BPD Kutajaya, Ubung Juhandi, menyangkan tingkah laku Kepala Desa Kutajaya Suryana Efendi sampai saat ini tidak pernah berupaya untuk memperbaiki kesalahannya. Pasalnya, sudah sering kali ia menhingatkan dengan melakukan teguran lisan hingga teguran secara tulisan. Namun usahanya tidak membuahkan hasil yang maksimal.
Menurut Ubung, dirinya seringkali mengingatkan kades untuk membenahi permasalahan yang berada dalam pemerintah desa. Sebelum memberikan peringatan secara tertulis dengan melayangkan surat ke tipikor dan kejaksaan, dirinya mengaku sudah seringkali mengingatkan kades dengan lisan. Namun tak pernah di respon hingga saat ini, masalahnya masyarakat lah yang saat ini menjadi korban. "Sudah sering saya ingatkan, tapi sampai saat ini tetap saja pada pendiriannya," katanya, kepada Radar Karawang, Rabu (4/10) kemarin.
Selain masyarakat, sudah 3 Minggu lebih kantor desa dikosongkan dan dinilai sudah sepi dari berbagai kegiatan. Akibatnya semua aparatur desa enggan ngantor karena tunjngan dan honornya tidak pernah diterima selama kurang lebih 10 bulan. "Ini kan imbasnya kepada masyarakat, tidak ada pelayanan apapun di desa," ujarnya.
Seperti di beritakan Radar Karawang sebelumnya, Ketua RT 10/03 Dusun Babakan Banten, Ujang, mengatakan, kebutuhan yang dinilai sangat mendesak saat ini yakni rastra karena berbarengan dengan pusonya padi yang mereka tanam. Selain rastra sambung dia, pelayanan pun terpaksa dihentikn, tidak ada sama sekali kegiatan. "3 mingguan lah kantor Desa Kutajaya kosong dan tidak melakukan aktifitas apapun didalam kantor desa," akunya.
Lebih lanjut ia bersama aparatur desa yang lain lebih memilih mogok kerja, karena menurutnya, semiskin atau sekaya apapun manusia, jika dalam keadaan kerja pasti meminta imbalan upah, karena hal itu sudah menjadi kewajiban. "Saya lebih memilih mogok kerja, buat apa kerja juga kalau tidak di gajih, karena anak dan keluarga saya tetap butuh makan," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template