Pemuda Jatiluhur Punya Usaha Sendiri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemuda Jatiluhur Punya Usaha Sendiri

Pemuda Jatiluhur Punya Usaha Sendiri

Written By ayah satria on Kamis, 05 Oktober 2017 | 19.43.00

JATILUHUR, RAKA- Mempunyai kondisi ekonomi secara mandiri adalah harapan bagi setiap orang. Hal tersebut yang memotivasi para pemuda asal Jatiluhur untuk menciptakan ruang ekonomi sendiri dalam rangka mengoptimalkan potensi dan produktivitas.
Koordinator Kolektifa Swakelola, Derick Awaludin mengatakan, atas dasar kesepahaman bersama untuk membangun wirausaha secara kolektif dengan konsep swakelola, lahirlah Komunitas Kolektifa Swakelola lalu bergotong-royong membeli alat produksi. "Setiap rekanan di komunitas Kolektifa Swakelola memberi seratus ribu rupiah untuk pengadaan alat produksi, waktu itu kami hanya berempat. Lalu kami membuat alat produksi dan membeli bahan-bahan seadanya," tutur Derick, kepada Radar Karawang, Rabu (4/10). 
Setelah alat produksi sudah ada, lalu pihaknya mulai mencoba membuat brand kaos untuk dijual dan ditawarkan ke teman terdekat. "Untuk saat ini, Kolektifa Swakelola mengembangkan bisnis sablon, karena melihat potensi salah satu rekan yang mahir dalam sablon dan seni gambar," ungkap pria asal Desa Cilegong itu. 
Derick menambahkan, dalam kurun waktu enam bulan berdiri, sudah terjual 1500 kaos dengan berbagai tema design. Tema design dibagi untuk menjangkau segmen pasar, ada 3 tema yang sudah laku dipasaran diantaranya, Mosdef dengan design kaos yang agamis, Redsist untuk kaos dengan design tokoh dan Kaos kata dengan design kaos kata-kata. "Bisnis sablon menjadi embrio awal untuk melahirkan berbagai unit usaha yang bisa direalisasikan oleh Kolektifa Swakelola. Setelah screen printing yang sedang dikembangkan ada juga unit usaha lain seperti kolektif bengkel, kolektif airbrush, kolektif welding (las), kolektif kopi dan tembakau juga kolektif barbershop,"tutur Derick.
Lebih lanjut Derick berujar, Kolektifa Swakelola, bukan hanya menjadi wadah untuk merealisasikan ide-idenya, tapi juga sebagai wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial. "Disamping mendapatkan kemandirian secara ekonomi dalam berbisnis, kami juga melakukan aksi sosial seperti santunan anak yatim, sekolah design dan sablon gratis, pengadaan buku untuk komunitas baca dan donasi untuk pesantren," ungkapnya.
Rekanan lain dari Kolektifa Swakelola, Agustian menuturkan, setelah mendapat pemasukan modal dari penjualan kaos, Kolektifa Swakelola membangun bengkel dan jasa airbrush. "Alhamdulillah, sekarang ada bengkel dan jasa airbrush sebagai unit usaha lain atas kesepakatan semua, karena kebanyakan rekan di Kolektifa Swakelola hobi dan suka soal otomotif," pungkasnya.(cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template