November Obat Filariasis Disebar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » November Obat Filariasis Disebar

November Obat Filariasis Disebar

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - November mendatang distribusi terakhir penyebaran obat filariasis atau kaki gajah sejak didistribusikan lima tahun lalu secara berkala setiap tahun. Diharapkan setelah itu akan ada petugas kesehatan yang melakukan pemantauan langsung ke masyarakat dan melakukan pengujian apakah obat anti kaki gajah yang disebar selama lima tahun terakhir efektif menekan penyebaran penyakit menular itu di Karawang.
Permintaan itu dianggap wajar, terlebih untuk mengetahui seefektif apa program itu bisa menekan tingginya penyebaran penyakit itu dilingkungan masyarakat, terutama di kantong-kantong rawan penyakit menular itu. Terlebih selama ini siapa yang tahu kalau obat yang dibagikan itu betul-betul diminum oleh warga penerimanya. Sebab, bisa saja obat itu masuk laci dan dibiarkan berbulan-bulan di dalam laci sampai hancur.
Seperti dialami Radar Karawang tahun lalu, sejak pembagian hingga ditemukannya obat itu dalam laci di dalam kamar sudah memasuki hari ketiga sejak dibagikan. Namun obat itu akhirnya diminum. Memang, obatnya besar-besar dan agak sulit untuk ditelan dan itu yang menjadi alasan untuk merasa enggan meminum obat tersebut. Temuan itu hanya merupakan sebuah contoh dan bukan tidak mungkin ratusan atau ribuan warga penerima obat tersebut yang melakukan hal sama.
Terkait penyebaran obat filarisis November mendatang, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, rencananya November mendatang akan membagikan obat filariasis kepada masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. "Ini tahun ke lima sekaligus tahun terakhir obat filariasis ini dibagikan kepada masyarakat setelah terakhir tahun November tahun lalu," ujar Ketua Progrem Pilariasis UPTD Puskesmas Adiarsa Timur, Siti Hardianti, Rabu (18/10).
Siti mengatakan itu saat melakukan pembungkusan obat tersebut sebelum didistribusikan kepada masyarakat November mendatang. Dikatakan Siti penyakit filariasis merupakan penyakit zoonosis (infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya) yang banyak ditemukan di wilayah tropika. Penyebabnya yaitu dari sekelompok cacing parasit nematoda yang tergolong superfamilia Filarioidea yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya edema (akumulasi cairan di dalam jaringan yang menyebabkan tangan, pergelangan kaki, kelopak mata dan bagian tubuh lainnya membengkak). "Masyarakat tolong lakukan minum obat yang diberikan ini dengan cara meminumnya sebelum tidur," ujarnya.
Manurut Siti gejala yang umum terlihat, terjadinya elefantiasis itu berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit tersebut secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah. Walaupun demikian, gejala pembesaran tersebut tidak selalu disebabkan oleh filariasis. "Belun November ini kita akan kembali sebarkan obat filariasis kepada masyarakat," utasnya.
Obat yang akan diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma tersebut diantaranya Albendazole, Diethylcarbamazine dan lainnya. Pasalnya obat yang paling terpenting yang harus diminum oleh masyarat itu adalah obat Albendazole. "Untuk dosis kita sesuaikan usia, ada tiga jenis yang dibungkus warna Putih untuk usia (2-5) tahun, biru  (6-15) tahun, dan Merah (16-65) tahun. Alhamdulillah di wilayah kerja kita belum ada tapi tidak tahu untuk di yang lainnya," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template