Mangga Sumberjaya Dijual Rp 6000 per Kilogram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mangga Sumberjaya Dijual Rp 6000 per Kilogram

Mangga Sumberjaya Dijual Rp 6000 per Kilogram

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 15.00.00

TEMPURAN, RAKA - Meskipun mampu memasok buah mangga 100 ton per hari ke berbagai kota, namun harga yang murah membuat ratusan petani mangga di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran kurang bersemangat. Faktor cuaca dan panen serentak di berbagai Kabupaten dan kota di Jawa Barat menjadi pemicu anjloknya harga buah mangga beragam varietas.
Dikatakan pengepul mangga di Desa Sumberjaya, Yanto (32) saat ini pohon mangga normal-normal saja masa tumbuhnya, karena bisa di panen tiga kali dalam setahun. Biaya produksinya sebatas penyemprotan pestisida, karena penyakitnya adalah ulat dan penggerek putih. Hanya saja sebut Yanto, buah mangga yang ia kirim ke Bandung, Jakarta dan Bekasi ini harganya sedang turun dan tidak stabil, terutama di bulan Oktober - Desember.
Itu karena, banyaknya wilayah lain seperti Indramayu, Subang dan Jawa juga serempak panen, sehingga banyaknya pasokan mangga ini jadi turun karena banyak saingan, contohnya saha yaitu Varirtas buah Mangga Gajah yang sebelumnya diharga Rp 8 - 9 ribu perkilogramnya saat ini menjadi Rp 6000. "Faktor cuaca dan panennya serempak dengan Kabupaten lain juga sih ikut mempengaruhi anjloknya harga mangga," Ujar pria asal Dusun Blendung RT 03/02 ini.
Lebih jauh ia berharap, banyaknya pengepul dan kebun mangga di Desa Sumberjaya ini bisa menjadi perhatian Pemerintah, utamanya soal penanggulangan harga, modal dan pemasarannya. Karena, dibanding Kabupaten lain, Karawang tertinggal dalam pemasarannya karena yang lain sudah menembus pasar ekspor. Karenanya diharapkan ada solusi untuk lebih memperhatikan petani mangga di Karawang, khususnya di Desa Sumberjaya yang merupakan sentral pemasok mangga terbesar di Karawang. "Banyak yang kita pasarkan, seperti harumanis, buah gajah, kalijiwo hingga cengkir yang rata-rata banyak diminati masyarakat menengah atas, tapi semuanya belum ekspor," ujarnya.
Kades Sumberjaya Kasman Ebod mengatakan sebagai wujud apresiasi desanya menjadi lumbung mangga Karawang karena mampu menembus pasokan 100 ton mangga. Bahkan untuk mengingatkan itu dirinya sudah membuat Gapura Kampung Mangga yang didanai Alokasi Dana Desa (ADD). Namun saat ini dirinya justru prihatin, lantaran buah mangga di desanya anjlok harganya akibat banyaknya yang panen, bahkan faktor cuaca.
Lebih dari itu, petani sesekali memanen dini buah mangga dipohonnya agar harga bisa lebih cepat terkejar stabilitasnya. Karenanya, ia berharap, dengan maraknya harga buah yang anjlok, pengadaan koperasi dan kelompok diperlukan di Sumberjaya. Jujur sebut Ebod, pendirian koperasi maupun kelompok ini masih minim Sumber Daya Manusia (SDM)nya. Untuk itu, ia persilahkan Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pertanian berembuk agar bisa memfasilitasi, termasuk harap Ebod soal permodalan dan pemasarannya bisa lebih dioptimalkan lagi. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template