Lurah Diminta Sisir Anak Wajib Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lurah Diminta Sisir Anak Wajib Sekolah

Lurah Diminta Sisir Anak Wajib Sekolah

Written By ayah satria on Kamis, 05 Oktober 2017 | 19.37.00

KARAWANG, RAKA - Sekarang semua SMAN di Karawang wajib membuka SMA Terbuka termasuk di Kecamatan Karawang Barat. Meski sudah berjalan namun pihak kecamatan khawatir masih ada yang belum terjaring menjadi siswa Sekolah Jarak Jauh (SJJ) tersebut. Karenanya, kemarin, perihal itu kembali disosialisasikan melalui rapat minggon.
Camat Karawang Barat Hj Wiwiek Krisnawati, Rabu (4/10) menginstruksikan pemerintah kelurahan untuk memerintahkan ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayahnya melakukan penyisiran warganya yang putus sekolah dan memenuhi kriteria siswa SMA terbuka. "Faktor ekonomi bukan lagi alasan bagi masyarakat untuk putus sekolah karena sekarang sudah ada SMA terbuka," tegas Camat Wiwiek.
Program SMA Terbuka merupakan program pemerintah propinsi yang dicanangkan untuk memastikan pendidikan 12 tahun terealisasi disetiap daerah, termasuk Karawang.  "Sekarang itu setingkat SLTA membuka sekolah terbuka, barangkali ada masyarakat yang anaknya putus sekolah atau tidak melanjutkan ketingkat SLTA dengan maksimal usia 20 Tahun, dipersilahkan bersekolah di sekolah yang diinginkan," tutur Wiwiek kepada Radar Karawang.
Kata Wiwiek Saat ini pemerintah terus melakukan terobosan khususnya mengenai pendididkan, dimana merupakan salah satu faktor pendorong kemajuan bangsa saat generasi penerus bangsa terlatih, terdidik, sehingga kemammpuannya disatu bidang bisa ditingkatkan. Wiwiek menyebutkan SMAN 1 Karawang dan SMAN 4 Karawang dua sekolah di wilayah perkotaan yang sudah membuka SMA terbuka.  "Di tingkat SLTA sekarang ada semuanya karena sekolah terbuka itu merupakan program dari provinsi," tuturnya.
Oleh sebab itu, lanjut Wiwiek pihaknya meminta baik kepada kelurahan serta RT dan RW serta masyarakat agar melakukan penyisiran terhadap wilayah-wilayah yang saat ini masih ada yang belum menyelesaikan sekolahnya padahal usianya masih dibawah 21 tahun dan masuk kriteris siswa SMA Terbuka. "Lurah tolong menginformasikan kepada masyarakat bahkan RT dan RW untuk melakukan penyisiran yang terputus sekolah. Karena saat ini tidak ada lagi alasan anak yang tidak sekolah dengan alasan faktor ekonomi," tegasnya.
Kata Wiwiek karena di usia 20 ke bawah itu merupakan usia Wajib sekolah, tapi pihaknyapun tidak bisa memaksakan untuk sekolah dan tidaknya karena hal itu hak seseorang mau dan tidak. Namun yang pasti pihaknya sudah memfasilitasi bahwa pemerintah punya program wajib belajar 12 tahun dengan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan. "Kami hanya menginformasikan kalau secara teknis itu ada di sekolah, SLTA sederajat semua membuka sekolah terbuka intinya," tuturnya. (apk)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Coba waktu itu di adain...pasti gue daftar tuh SMA TERBUKA.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template