Larang Truk Kelebihan Tonase Melintas di Badami-Loji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Larang Truk Kelebihan Tonase Melintas di Badami-Loji

Larang Truk Kelebihan Tonase Melintas di Badami-Loji

Written By ayah satria on Senin, 23 Oktober 2017 | 14.20.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pengguna jalan Badami-Loji mengeluhkan aktivitas truk pengangkut pasir yang menjatuhkan materialnya di jalan raya. Dikhawatirkan material yang bertaburan di tengah jalan itu akan memicu terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan Pantauan Radar Karawang, Minggu (22/10) ruas jalan Badami - Loji memang menjadi perlintasan utama truk-truk pengangkut material bahan bangunan. Sayangnya, bak-bak truk itu jarang dalam keadaan tertutup, tetapi dibiarkan terbuka sehingga rawan menjatuhkan materialnya ke jalan raya. Apalagi saat melintas jalan berlubang dan berkeroak hampir dipastikan ada saja material yang terjatuh baik pasir maupun batu.
"Justru yang dikhawatirkan kendaraan dibelakangnya. Tidak masalah kalau mobil paling mobilnya yang rusak, tetapi kalau pengendara motor bisa fatal akibatnya," ucap Winarno (39) sopir minibus yang mengaku dari Kecamatan Telukjambe.
Diakuinya kendaraan besar masih saja ada yang beroperasi. Parahnya lagi bahkan ada yang konvoi hingga mengkhawatirkan pengguna jalan lainnya. Dirinya mengungkapkan, saat itu dalam perjalanan menuju tempat wisata di wilayah ujung selatan Karawang. Akan tetapi dia pun mengakui bahwa kekhawatiran dengan kehadiran truk-truk besar membuat dia mesti berhati-hati mambawa kendaraannya. 
Sementara Wiwi (29) Warga Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat mengakui bukan saja truk pengangkut pasir yang sering materialnya berjatuhan karena menggunakan tutup bak, namun Truk pengangkut batu belah dan batu kapur jarang gunakan pengaman ataupun penutup. "Rumah saya di pinggir jalan jadi tahu banget kalau ada juga truk sejenis dump truk dengan bak kayu, pengangkut batu belah dari arah Selatan jarang menggunakan penutup bak truknya," ucapnya.
Padahal, lanjut Wiwi, hampir rata-rata batu belah yang diangkut truk-truk itu melebihi takaran bak truk. "Ngeri kalau melihat truk-truk pengangkut batu belah itu melitas. Kalau ada motor dibelakangnya suka ngeri saja melihatnya, takut ke jatuhan batu belah," tandas Wiwi seraya menambahkan aktivitas mereka kadang ke arah Badami, kadang juga belok kanan dari Kaligandu, Wanakerta ke arah Cikarang dan Bekasi.
Sementara ditempat terpisah, Muhamad Rizki Muhtadin. Spd. tokoh pemuda Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat menegaskan truk besar yang melintasdi lintasan Badami-Loji meresahkan. Dari Konvoi, ugal-ugalan, kapasitas Tonase berlebihan dan angkut material yang berjatuhan sampai kini belum ada tindakan represhif dari Dinas Perhubungan. "Ini semacam pembiaran yang justru akan merugikan pengguna jalan. Sementara pengguna jalan lain punyai hak yang sama ingin aman dan nyaman. Jika memang jalan Badami-Loji mengalami kenaikan kelas, ya sosialisasikan, jangan sampai masyarakat tidak tahu bahwa kelas jalan seperti apa yang memang bisa dilintasi oleh truk-truk besar. Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Karawang serius menyikapi pelanggaran tonase jalan," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template