Komunitas Macapicu Kembali Gelar Kajian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komunitas Macapicu Kembali Gelar Kajian

Komunitas Macapicu Kembali Gelar Kajian

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 20.07.00

PURWAKARTA, RAKA- Setelah sempat vakum, Komunitas Membaca dan Memicu (Macapicu) akan kembali menggelar kajian yang direncanakan akan digelar pada Minggu, (22/10) mendatang.
Kordinator umum Komunitas Macapicu, Ghiffari Noor Muhammad mengatakan, kajian Minggu depan akan diawali dengan membedah pemikiran Nietzsche sang filsuf dari Jerman. "Banyak juga yang sudah menanti dan menanyakan kajian akan dimulai kembali, jadi kita segerakan untuk memulai kembali kajian," ujar Ghiffari, kepada Radar Karawang, Rabu(18/10).
Komunitas Macapicu merupakan forum literasi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Purwakarta. Ditanya soal kendala pada saat vakum, Ghiffari mengatakan, bahwa anggota komunitas memiliki kesibukan sendiri yang tak bisa diganggu, seperti sidang proposal skripsi dan lainnya. "Kebanyakan anggota kan semester akhir, jadi untuk waktu berkumpul buat kajian kita belum sempat, kalau kurikulum sudah selesai dari dulu," jelasnya.
Dia juga mengatakan, untuk kajian selanjutnya akan bekerja sama dengan komunitas Ngobrol Pintar (Ngopi). "Macapicu dan komunitas ngopi kan sama bicara tentang literasi, jadi digabung saja biar pesertanya banyak, kan asik kalau banyak peserta berarti banyak gagasan dan ide," terangnya.
Lebih lanjut Ghiffari mengatakan, soal kurikulum kajian, tinggal maju ke tema epistemologi sosial, karena pemikiran dasar sudah di kajian sebelumnya. "Pengetahuan tentang filsafat sosial dan politik sangat penting dipelajari, biar punya tanggung jawab lebih terhadap persoalan sosial di sekitar," jelasnya.
Ghiffari juga menilai, mahasiswa saat ini perlu belajar lebih keras lagi karena persoalan semakin kompleks. "Kalau mahasiswanya biasa-biasa saja kan jadi soal, harus ada peningkatan wawasan dan mutu, sehingga tanggung jawab moral menjadi mahasiswa bisa teratasi," paparnya.
Di Purwakarta, Ghiffari masih bercerita, mahasiswanya kurang gerakan maka dari itu forum diskusi harus diperbanyak. "Khusus untuk mahasiswa Purwakarta, mari kembali galakan diskusi, sehingga bisa membangun peradaban yang sehat untuk generasi selanjutnya. Jangan sampai kekuasaan tak terkontrol, karena mahasiswanya apatis," pungkasnya.(cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template