Ketika Para Penjaja Cinta Dicek Darah HIV/AIDS - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketika Para Penjaja Cinta Dicek Darah HIV/AIDS

Ketika Para Penjaja Cinta Dicek Darah HIV/AIDS

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Oktober 2017 | 20.00.00

Ada yang Antusias, Ada yang Pulang Kampung

CILAMAYA KULON, RAKA - Penyebaran kasus HIV/AIDS di Karawang sudah cukup mengkhawatirkan. Sebarannya, bukan hanya di wilayah perkotaan, namun sudah menyebar hingga pelosok desa.
Tak mau kecolongan, para petugas Puskesmas Pasirukem beserta petugas Pekerja Sosial Masyarakat Kecamatan Cilamaya Kulon, Senin (30/10) siang, menyisir lokasi prostitusi di Kampung Bedeng, Desa Sumurgede.
Mereka lantas mengambil sampel darah puluhan penjaja seks yang menghuni deretan warung remang-remang di sepanjang jalan menuju pantai Ciparage tersebut.
Petugas Pengecahan Penyakit Menular (P3M) Puskesmas Pasirukem Riyadi mengatakan, berdasarkancatatannya, di kawasan tersebut terdapat lebih lebih dari 30 orang penjaja cinta. Umumnya, merekaberasal dari luar desa, bahkan luar kabupaten.
Ditambahkannya, kegiatan visit consultation test itu dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS, sebab PSK paling rentan terjangkit karena sering bergonta-ganti pasangan, khususnya yang tidak menggunakan pengaman.
Diakuinya, selama beberapa kali melakukan tes, pihaknya belum menemukan kasus HIV di wilayah prostitusi tersebut. "Kita ambil sampel darah dan kita periksa lebih jauh, apakah ada indikasi HIv atau tidak," katanya.
Riyadi menambahkan, darah yang diambil bisa dicek langsung dalam VCT tanpa harus menunggu berhari- hari, meskipun dalam setiap pengecekan, beberapa diantaranya ada yang tidak datang, atau juga pulang kampung. Dikatakannya, cek kesehatan ini akan terus dilakukan, termasuk di tempat prostitusi lainnya.
Menurutnya, pemeriksaan bukan saja untuk mengetahui sebaran HIV, para wanita yang kebetulan ada keluhan sakit, bisa konsultasi langsung dan disediakan obat. Dia berharap, sikap koperatif para penjaja cinta ini semakin meningkat untuk diperiksa darah dan kesehatannya, sebab bergonta-ganti pasangan dan tanpa pengaman, berpeluang terindikasi virus mematikan tersebut. Termasuk tim medis, juga perlu berhati-hati dan steril saat pemeriksaan darah. "Kadang saat VCT ada yang antusias, ada juga yang pulang kampung," ujarnya.
Salah satu penjaja cinta yang mengikuti cek darah, mengaku takut setiap kali pemeriksaan. Sebab, selain khawatir terjangkit, juga takut diinjeksi. Tapi demi kesehatan, dirinya harus siap diperiksa untuk pencegahan karena kesahariannya memang beresiko. Meskipun ada pengaman, tapi sesekali ada pelanggan yang menolaknya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template