Kemenag Ambil Alih Kursus Calon Pengantin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kemenag Ambil Alih Kursus Calon Pengantin

Kemenag Ambil Alih Kursus Calon Pengantin

Written By ayah satria on Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.30.00

TEMPURAN, RAKA - Pasangan nikah yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak akan memiliki lagi Sertifikat Kursus Calon Pengantin (Suscapin). Pasalnya, kursus dalam binaan penyuluh agama tersebut berganti nama menjadi Bimbingan Perkawinan (Binwin) dan sertifikatnya langsung dari Bimingana Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang.
"Sertifikat Binwin ini sudah dikeluarkan sejak September lalu," ucap Kepala KUA Kecamatan Tempuran H Munir Huda," Rabu (18/10). Munir mengatakan Suscapin yang biasa dilakukan penyuluh agama pada pasangan pengantin pra nikah sebanyak tiga Jam Penyuluhan (JPL), sudah tidak lagi digelar oleh KUA. Karena, terhitung sejak September lalu, kewenangan penyelenggaraannya kini menjadi domain dari Kemenag di bawah Bagian Bimas Islam.
Tidak hanya itu, nnamanyapun diganti menjadi Bimbingan Perkawinan (Binwin) dimana sertifikatnya tidak lagi dikeluarkan oleh KUA, melainkan langsung oleh Kemenag. Artinya, pasangan yang terdaftar di KUA, baik yang pra maupun pasca menikah (Akad), harus memiliki sertifikat Binwin ini sebagai bukti sah mengikuti kegiatan bimbingan. "Penyelenggaranya di Kemenag, kita hanya menjadwalkan waktu dan tempat saja jika sudah terhimpun pendaftarnya," terang Munir.
Munir menambahkan, jumlah jam penyuluhannya juga berubah dari 3 jam menjadi 16 jam bahkan bisa sampai dua hari selesai. Sementara materinya sendiri tidak jauh beda dengan Suscapin, seperti bab pasal Munakahat, UU Perkawinan dan amalan ibadah selama mengarungi bahtera rumah tangga. "Dari sebelumnya tiga jam penyuluhan, sekarang mempelai akan menjalani pembinaan sampai 16 jam penyuluhan," ungkapnya.
Lebih jauh Munir menambahkan, baik Suscapin maupun Binwin pada dasarnya sama-sama pembekalan, hanya berbeda dari waktu, penjadwalan, sertifikat serta kewenangan penyelenggaraannya saja. Bukan saja dari Kemenag, penyuluhan itu juga bisa dari Dinas Kesehatan atau Keluarga Berencana. Dan ini bukan saja berlaku bagi pasangan pra nikah, tetapi juga buat yang sudah menikah, karena Binwin ini diperuntukan bagi semua mempelai yang sudah terdaftar di KUA. Jika sudah terjadwal dan di bimbing, sertifikat dari Bimas ini baru bisa di miliki mempelai. "Semua yang terdaftar di KUA boleh ikut Binwin, yang pra maupun yang pasca," pungkasnya Munir. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template