Jalan Purwakarta-Bandung Terancam Putus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Purwakarta-Bandung Terancam Putus

Jalan Purwakarta-Bandung Terancam Putus

Written By Mang Raka on Senin, 02 Oktober 2017 | 12.00.00

- Ada Pergerakan Tanah

PURWAKARTA,RAKA - Jalan Arteri penghubung Purwakarta-Bandung tepatnya di Kampung Cibentar, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, terancam putus akibat bahu jalan mengalami pergeseran tanah. Pemerintah Kecamatan Sukatani mengimbau pengendara agar waspada saat melintasi jalur tersebut, terlebih akhir-akhir ini wilayah itu tersebut kerap diguyur hujan.
"Longsor ada dua titik longsor pertama di Kampung Andir, Desa Cianting yang mengakibatkan rumah dan lahan perikanan warga habis dan yang kedua bahu Jalan Arteri di Kampung Cibentar," kata Camat Sukatani Panji sarizaman, kepada Radar Karawang, Minggu (1/10).
Atas peristiwa itu, Panji mengatakan, dirinya sudah berkordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi penanganan sementara. Ia menyebutkan, ancaman masih mungkin bisa terjadi terlebih akhir-akhir ini curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut. "Kami sarankan kepada para pengendara agar berhati-hati saat melintas di jalur tersebut," tuturnya.
Disamping itu, pihak Pemerintah Kecamatan Sukatani sendiri telah meminta para kepala desa untuk memantau wilayah masing-masing. Sebab, beberapa desa di wilayah kecamatan tersebut, kata Panji, tergolong rawan bencana alam saat memasuki musim hujan. Itu karena wilayah Sukatani masuk zona merah yaitu rawan bencana alam longsor dan pergerakan tanah, hal itu seperti dilansir ESDM setempat.
Untuk diketahui, beberapa desa rawan pergeseran tanah di Kecamatan Sukatani meliputi Desa Cianting, Desa Panyindangan, Desa Tajursindang, Desa Cijantung, Desa Sukajaya, serta Desa Pasirmunjul. Beberapa desa tersebut tergolong zona merah yakni karakteristik tanahnya labil yaitu jenih tanah lempung yakni saat terkena panas akan seperti pasir dan saat diguyur hujan mudah terbawa arus air.
Salah satu upaya mencegah atau mengendalikan penyebab terjadinya tanah longsor, kata camat, adalah dengan program penghijauan yang dilakukan dilereng - lereng daerah aliran sungai rawan longsor. "Semua elemen, baik pemerintah desa serta masyarakat untuk berperan dalam pencegahan bencana alam," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, bencana longsor yang terjadi di Kampung Andir di RT18 RW05, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani itu terjadi pada Minggu (24/9) lalu sesaat setelah adzan subuh. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja peristiwa itu mengakibatkan  7 kolam ikan milik H. Tatang Nazmudin (61) serta rumah berukuran 7X 6 milik Haji Hurdi (50), habis tertimbun tanah. Diperkirakan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Dugaan sementara longsor terjadi akibat dinding setinggi kurang lebih 20 meter terkikis aliran air selokan sehingga menyebabkan ambrolnya tebing tersebut. Petugas kepolisian yang datang TKP  langsung memasang garis polisi untuk mensterilkan lokasi kejadian. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template