Honor Ketua RT Habis untuk Bayar Utang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Honor Ketua RT Habis untuk Bayar Utang

Honor Ketua RT Habis untuk Bayar Utang

Written By ayah satria on Jumat, 20 Oktober 2017 | 18.30.00

Cair Enam Bulan Sekali

RAWAMERTA, RAKA- Dibalik kerja keras aparatur desa, seperti halnya seorang rukun tetangga (RT) yang kerjanya dinilai paling berat karena harus bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ternyata honornya yang dibayarkan selama 6 bulan sekali dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan hidup.
Enjar Rukmana, Ketua RT 08/07, Desa Kutawargi Kecamatan Rawamerta, menuturkan, honor yang ia terima selama 6 bulan sebesar Rp 2,4 juta hanya cukup untuk membayarkan utang ke tetangga, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari selama 6 bulan sebelum honornya turun. Belum lagi, ia sendiri harus membiayai anaknya yang sekolah di salah satu SMK. Meskipun dirasa susah, tapi ia tidak mau jika anaknya tertinggal dalam hal pendidikan. "Kalau gak punya kerjaan lain mah susah, itu pun kerjaan kita sering dintinggalkan karena masyarakat minta anter ke rumah sakit atau kebutuhan lainnya," katanya, kepada Radar Karawang.
Dikatakannya, uang honor yang ia terima harus di relakan semuanya untuk membayar hutang, kadang itu pun tidak cukup. Sedangkan di sisi lain, ketika harus mengerjakan pekerjaan lain secara serabutan. Ia mengaku tidak tenang, karena khawatir ada masyarakat yang meminta bantuannya untuk mengurusi administrasi. "Kadang karena harus tugas negara, kerja pun jadi gak fokus, seperti sekarang ini, biasanya saya tawasulan, tapi saat ini karena ada pekerjaan, jadi trerpaksa saya tunda," ujarnya.
Ia berharap kepada pemerintah ada kenaikan honor RT. Di lain sisi, ia juga harus berkeliling kampung setiap malam untuk melakukan ronda, yang tentunya membutuhkan biaya, meskipun hanya sekedar rokok.
Hal senada dikatakan Ketua RT 07/07, Jenal, semua honor yang ia terima belum lama ini habis untuk bayar utang. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan esok hari, ia harus meminjam lagi karena tidak mempunyai pekerjaan lain. "Ya mau gimana lagi, kalau gak gini kita gak bisa memenuhi kebutuhan hidup, apalagi kebutuhan sekarang itu lebih tinggi," ucapnya.
Sekalipun tidak dinaikan honornya, ia berharap ada dana yang bisa membantunya untuk seledar mengganti uang kopi dan bensin ketika ia harus melaksanakan tugas administrasi dan melakukan ronda malam. Karena, untuk meminta kepada masyarakat, ia khawatir dianggap pungli. Dirinya mengaku hanya menunggu kesadaran masyarakat dan pemerintah. "Kalau ronda malam sih ada aja yang nyediain kopi di rumah warga, tapi kalau ada masyarakat yang minta bantuan administrasi, seperti ngurus KTP, KK, nganter ke rumah sakit, dan yang lainnya, kita suka bingung mau narget harganya juga, karena takut kena pasal pungli. Tapi kadang ada aja masyarakat yang gak mengerti, padahal kita itu berangkat pakai bensin pakai biaya," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template