Gawat, Tanggul Citarum Dikeruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gawat, Tanggul Citarum Dikeruk

Gawat, Tanggul Citarum Dikeruk

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Oktober 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Aparat Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Timur terkecoh surat palsu Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Surat itu dikeluarkan pengembang nakal untuk mengeruk tanah tanggul sungai tersebut agar bisa dimanfaatkan mengarug tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan perumahaan. Dikhawatirkan jika aktifitas pengerukan tanah tanggul Citarum itu tidak segera dihentikan akan mengakibatkan Sungai Citarum jebol.
Surat yang disebut-sebut ditujukan untuk Forum DAS Citarum tersebut berbunyi, "setelah diadakan survei dan kajian teknis serta menyikapi kondisi yang ada, maka kami Balai Besar Wilayah Sungai Citarum sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air menyatakan tidak keberatan dan mendukung dengan adanya inisiatif dari Forum DAS Citarum tersebut disepanjang aliran sungai Citarum dengan pola swadaya murni, diantaranya pengerukan sedimentasi dan penguatan tanggul dengan ketentuan".
Namun saat dikonfirmasi kebenaran surat yang diterima Lurah Tunggakjati Hermawan Maulana itu, Adha Hoerudin petugas lapangan Pengairan Perum Jasa Tirta (PJT) II, wilayah Karawang Barat menyampaikan jika proyek yang dilaksanakan di wilayah Kampung Wanasepi RW 09 Kelurahan Tunggakjati telah terjadi penyalahgunaan lahan yang dimanfaatkan oleh oknum. "Izin proyek tidak resmi dari PJT II dan BBWS pusat. Setelah dikonfirmasi ke BBWS Surat Keputusan (SK) dari BBWS surat izinnya bodong atau palsu," ujarnya kepada Radar Karawang di Kantor Kelurahan Tunggakjati.
Dikatakan Adha saat ini pihaknya akan melakukan pemantauan jika proyek masih terus berlanjut dengan menggunakan alat berat dipastikan pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. "Proyek akan ditutup. Selain masyarakat juga pengairan akan dirugikan karena perusakan tanggul Citarum. Kita sudah laporkan ke kepolisian," utasnya.
Pengakuan Lurah Tunggakjati, Hermawan Maulana saat ditemui di kantornya menyampaikan jika pihaknyapun tidak mengetahui jika kondisi proyek yang sudah dimulai Kamis (19/10) itu akan dipersoalkan. "Surat saya dapatkan. Mengenai asli dan tidaknya saya tidak tahu, pengembang Sabtu sore Ke rumah saya langsung, sebelumnya saya menyarankan agar dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat agar tidak menjadi persoalan. Sementara saya juga dapat surat dari PJT II kalau proyek harus dihentikan," utasnya.
Warga Kampung Kaceot RT 03 RW 13 Kelurahan Tunggakjati. Nana Cahyana menyampaikan, aktivitas pengerukan tanah Tanggul Citarum bisa mengakibatkan tanggul jebol. "Saya warga pribumi minta ditutup sebab jika mengacu peristiwa tahun 2007 sampai 2010 itu selalu terjadi bencana alam. Warga Tunggakjati Kalangsari, Kalangsurya jadi korban. Karenanya kami menolak proyek tersebut," tandasnya. (apk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template