Diguyur Hujan, Santri dan Kiai Bertahan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diguyur Hujan, Santri dan Kiai Bertahan

Diguyur Hujan, Santri dan Kiai Bertahan

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Oktober 2017 | 12.15.00

PURWAKARTA,RAKA-  Hujan deras tak menjadi penghalang berlangsungnya puncak acara peringtan Hari Santri Nasional (HSN) ke 3 yang dilaksanakan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Purwakarta. Di tengah guyuran hujan deras, puluhan ribu warga muslim Purwakarta tumplek di Alun-alun Komplek Pemda Purwakarta, Senin (23/10)  malam.
Ketua pelaksana HSN ke 3 NU Purwakarta, Dindin Ibrahim Mulyana mengatakan, warga muslim terutama para santri yang hadir tetap tinggal di lokasi kegiatan untuk menyemarakan perayaan HSN di Purwakarta. Bahkan para santri tetap semangat mengikuti rangkaian acara puncak HSN yang dihadri oleh sejumlah Pondok Pesntren (Ponpes) yang ada di Purwakarta dan KH Buya Muhtadi asal Banten yang memberikan cermah dalam acara tersebut. "Kami sangat bangga dan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak, terutama para santri yang ikut serta memeriahkan peringatan HSN ke 3 tahun 2017 ini," kata Dindin.
Dalam acara puncak peringatan HSN ke- 3 ini, lanjut Dindin, pihaknya berhasil menorehkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk katagori pelantunan nadzoman Sunda dengan peserta terbanyak. Ini sengaja diagendakan untuk menumbuhkan kembali semangat nadoman sunda bagi seluruh pondok pesantren, masjelis taklim dan tempat-tempat belajar ilmu agama.
Dindin menjelaskan, sebelum pelaksanaan puncak peringatan HSN, panitia sebelumnya melaksanakan berbagai rangkaian acara HSN, mulai dari kirab ziarah ke empat makam keramat di Purwakara mulai dari makam RH Moch Yusuf atau Baing Yusuf yang berlokasi di komplek masjid Agung Baing Yusuf, Purwkarta, makam KH Izudin atau lebih dikenal Mama Izuddin Cipulus di Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, setelah itu rombongan ziarah melanjutkan ziarahnya ke makam KH Zein Asyu’ary di Desa Sindang Panon, Kecamtan Bojong dan berakhir di makam KH Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Muhammad Saiydah atau yang lebih dikenal dengan nama Mama Sempur di Desa Sempur, Kecamatan Plered. "Dalam rangkaian hari santri, kami juga melaksanakan berbagai perlombaan islami. Yang mana para pemenang perlombaan yang diperlombakan, seperti pidato islami, kaligrafi dan pembacaan kitb kuning akan kami bimbing dan dibina," jelasnya.(gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template