Bendahara UPTD Pendidikan Lemahabang Gandakan Uang? - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bendahara UPTD Pendidikan Lemahabang Gandakan Uang?

Bendahara UPTD Pendidikan Lemahabang Gandakan Uang?

Written By ayah satria on Kamis, 05 Oktober 2017 | 19.34.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Tanggal muda seharusnya membawa sumringah para guru berstatus PNS, karena secara rutin gajinya cair setiap bulan. Namun, apa jadinya jika uang gajian yang turun melalui UPTD Pendidikan, dipinjam oleh Bendahara UPTD Pendidikan tanpa sepengetahuan pemilik gaji. Hal itulah yang terjadi di Kecamatan Lemahabang. Alhasil, gaji yang seharusnya dibayar tanggal 2 atau 3 Oktober, baru dibayar Rabu (4/10) pagi, setelah sang bendahara menjual satu unit kendaraan roda empatnya. 
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Lemahabang Buang S.Pd mengatakan, setiap awal bulan seharusnya para guru PNS gajian karena sudah menjadi haknya. Namun di bulan Oktober ini, ada insiden yang tidak seharusnya dilakukan bendahara UPTD Pendidikan Kecamatan Lemahabang. Karena saat cair, uang gajian yang turun melalui UPTD tersebut, justru disedot untuk dipinjaminya lebih dari Rp 80 juta. Sejak Senin (2/10) dan Selasa (3/10), saat para guru hendak mengambil rutin gajinya di UPTD, justru tidak didapat diambil. Karena terungkap bahwa hak para guru itu dipinjam oleh bendahara UPTD untuk urusan pribadi. "Kejadian itu menyulut protes. Akhirnya PGRI, koperasi guru dan K3S (kelompok kerja kepala sekolah) menuntut agar gaji segera diberikan," ungkapnya kepada Radar Karawang, Rabu (4/10) kemarin.
Ia melanjutkan, pihaknya mendesak sang bendahara segera membayar hak para guru yang sudah menunggui gajinya dua hari terakhir. Setelah didesak, bendahara yang diketahui bernama H Mansyur, itu mau menjual mobil pribadinya. "Dipinjam tanpa sepengetahuan. Soalnya gaji guru mah gak langsung (diberikan kepada guru) tapi turun dulu ke UPTD. Untung masih bisa dibayarkan," ujarnya.
Menurutnya, persoalan itu terjadi karena sang bendahara diduga tergoda oleh penggandaan uang yang sudah dilakoninya selama tiga tahun. "Susah dinasehatinya. Pedah bakal aya duit miliaran (gara-gara nanti dapat uang miliaran)," ungkapnya.
Buang menambahkan, khusus para guru dan kepala sekolah yang jadi penilik, gajinya saat turun masih utuh tanpa potongan Bank Jabar Banten (BJB), karena sudah memiliki rekening sendiri. Sehingga para penilik yang mendapati gaji utuh itu, mengembalikan potongannya ke bendahara UPTD untuk dikembalikan ke BJB. Mengantisipasi kejadian terulang dan tidak terjadi di kecamatan lain, pihaknya mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta UPTD agar gaji guru tidak lagi transit di UPTD, melainkan langsung ke rekening para guru. "Agar tidak ribet urusan ini dan itu. Bahkan sampai kecolongan pinjaman oleh oknum. Bulan depan kita upayakan agar urusan gaji tidak lagi transit di UPTD, tapi langsung ke masing-masing guru," katanya.
Sementara Bendahara UPTD Pendidikan Kecamatan Lemahabang H Mansyur, mengakui bahwa dia meminjam gaji para guru, untuk memenuhi kebutuhan pribadinya yang mendesak dan langsung terpakai. Yang terpenting, sebut Mansyur, dirinya berupaya koperatif dan memenuhi kewajibannya untuk membayarkan hak para guru tersebut secara normal. Adapun keterlambatan ini, juga lantaran proses potongan BJB yang alot akibat uang yang turun beberapa masih utuh, alias belum dipoton. Sehingga dia menyelesaikan dulu pengembalian potongan ke bank plat merah tersebut. "Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan ini kepada semua guru. Alhamdulillah saya penuhi semua karena tanggung jawab," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template