Belajar Jadi Pemimpin di Organisasi Kampus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belajar Jadi Pemimpin di Organisasi Kampus

Belajar Jadi Pemimpin di Organisasi Kampus

Written By ayah satria on Rabu, 18 Oktober 2017 | 15.34.00

KARAWANG, RAKA - Dunia organisasi tidak hanya bermanfaat besar dalam meningkatkan kemampuan diri, tapi juga belajar menjadi pemimpin. Wajar jika keberadaan organisasi masih terlihat eksistensinya, meski perubahan zaman kian terjadi. Seperti halnya, antusias mahasiswa Politeknik TMKM yang tinggi dalam menggeluti dunia organisasi. Tidak hanya nilai optimisme yang terus dirawat dan dipertahankannya, akan tetapi, beragam pengalaman yang berbuah pengetahuan dan keilmuan mampu dipetik secara maksimal.
Tenia Dewi, kandidat Presiden Mahasiswa Politeknik TMKM, menyampaikan, aktif berorganisasi tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan serta pengetahuannya. Akan tetapi, dengan menjadi seorang organisatoris, dapat dibumbui sebagai proses belajar non formal secara efektif. "Aktif berorganisasi itu, bisa membuat langkah hidup kita seakan lebih baik lagi, bukan hanya di bidang keilmuan saja, tapi juga di bidang lainnya," terang Tenia, mahasiswi semester 1 jurusan akuntansi ini.
Tidak hanya itu, Tenia melanjutkan, berlandaskan pengalamannya yang mampu berperan baik dalam menjalankan amanahnya tersebut. Hal itu mampu mengundang hasrat berorganisasi saat ditingkatan kampus. "Aku waktu SMA itu, punya pengalaman jadi Pradana Putri, jadi berbicara kepemimpinan sedikit lebihnya aku sudah mengalaminya, jadi ya ini membuat aku optimis dalam pemilihan ketua presma di BEM yang ada di kampus," ujarnya.
Meski, masih terbilang seumur jagung keberadaannya di kampus, akan tetapi, dirinya akan terus berusaha keras agar dapat terpilih. "Walaupun baru semester 1, tapi akan aku usahakan dan maknai ini sebagai proses belajar, dengan visi maju bersama Politeknik TMKM menjadi mahasiswa yang berkualitas," ucapnya.
Hal senada disampaikan, Hanifah Mahasiswi semester 1, Kandidat Presma Politeknik TMKM Periode 2017/2018, ajang musyawarah mahasiswa ke X, yang dimana sekaligus sebagai proses pencarian pemimpin dalam lembaga BEM di kampusnya, tidak dimaknai sebagai ajang persaingan politis. Akan tetapi, lebih berorientasikan terhadap proses belajar berkomunikasi. "Di sini bukan sebagai ajang bersaing, tapi ajang di mana kita belajar berorganisasi untuk menambah pengalaman kita kedepannya," katanya.
Dia berharap, dengan visinya tersebut, dapat memberikan suatu perubahan yang signifikan terhadap tindak tanduk mahasiswa yang ada di kampus ini. Maka dari itu, tidak hanya optimis, kepercayaan diri yang besar merupakan modal besar dalam ajang tersebut. "Semoga dengan visi cerdas trampil dan bertaqwa ini, dapat memunculkan mental dan rasa tanggung jawab mahasiswa terus ditingkatkan dalam peran pungsinya," tandasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template