Banyak Desa Tidak Masuk Akal Buat SPJ - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Desa Tidak Masuk Akal Buat SPJ

Banyak Desa Tidak Masuk Akal Buat SPJ

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Oktober 2017 | 15.30.00

KLARI, RAKA - Pembuatan surat pertanggungjawaban (SPJ) merupakan syarat mutlak yang harus dikuasai oleh perangkat desa. Pasalnya jika SPJ nya buruk bisa berdampak pada lambannya pembangunan di desa tersebut.
Di Kecamatan Klari, saat ini masih banyak SPJ yang tidak relevan dengan aturan yang ada, sehingga perangkat desa harus meningkatkan pengetahuan untuk bisa menguasai pembuatan SPJ agar sesuai dengan aturan yang ada. Apakah itu SPJ Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), bantuan gubernur (Bangub) serta SPJ lainnya.
"Selain adminisrasi yang kurang baik masih banyak kesalahan lainnya juga," tutur Kasi Ekbang Kecamatan Klari, Rahmat Dading Koswara.
Dalam pemeriksaan sejumlah laporan surat pertnggungawaban desa, dia mengakui masih banyak ditemukan keselahan dalam penulisannya. Bahkan kata dia, dalam penulisan penggunaan anggaranpun sama sekali tidak masuk akal. "Jadi memang harus banyak belajar lagi, apalagi sekarang kecamatan memiliki tanggungjawab untuk pengawasan dan pembinaan dana desa," ujarnya.
Di dalam SPJ yang ada, kata Rahmat, juga banyak penulisan yang salah tetapi pihak desa belum mengetahuinya. Oleh karenanya, untuk memberikan pelajaran yang baik dan benar dalam penulisan SPJ, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh pihak kecamatan baik itu tentang penulisan maupun penggunaan anggaran. "Banyak yang tidak masuk akal terkait penggunaan anggaran juga, ini bisa jadi pelajaran buat semuanya," ungkapnya.
Jangan sampai kata dia, pemerintahan desa sendiri tidak mengerti akan pembuatan surat pertanggungjawaban. Jikapun masih ada, menurutnya bisa melakukan pemeriksaan kembali sebelum laporan pertanggungjawaban tersebut dikirim ke Dinas Pemberdayaan Masyarakkat Desa (DPMD), disinilah kecamatan memiliki peran penting. "Makanya kita teliti sekali, mau buat surat pengajuan dan surat pertanggungjabawan, semuanya harus diperiksa terlebih dahulu," akunya.
Seperti yang tengah dialami oleh salah satu tenaga desa di Desa Anggadita, masih banyak penggunaan anggaran yang sama sekali tidak masuk akal seperti pembayaran jumlah tenaga kerja pembangunan. "Kalau tidak diperiksa dulu kan bahaya juga, jadi harus teliti banget," pungkas Rahmat.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template