Anak SD Belajar Proses Pemilihan Umum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak SD Belajar Proses Pemilihan Umum

Anak SD Belajar Proses Pemilihan Umum

Written By ayah satria on Jumat, 20 Oktober 2017 | 18.37.00

PURWAKARTA,RAKA- Pembelajaran dengan praktek, merupakan salah satu metode untuk lebih membuat siswa cepat memahami pelajaran. Dikarenakan siswa langsung terjun dalam memahami teori, maka pembelajaran akan lebih mudah diingat dan difahami. Hal tersebut yang melatar belakangi Wali Kelas 6 B SDIT Cendekia Purwakarta Amelia Pratiwi, Untuk menerapkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang pemilu dengan praktek langsung.
"Pembelajaran dan praktek harus seimbang, hal itu yang selalu ditekankan kepala sekolah untuk belajar praktek, jadi tidak hanya di kelas saja," ungkap Amelia, kepada Radar Karawang, Kamis (19/10).
Amelia juga mengatakan, praktek Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya tentang pemilu meliputi pembelajaran tahapan proses pemilu, asas dan lainnya. "Secara teknis siswa diajarkan proses kampanye yang baik seperti apa, pemilihannya bagaimana dari mulai awal sampai akhir. Lalu ada juga siswa yang disiapkan jadi penyelenggara pemilu dan ikut dalam pencalonan," jelas Amelia.
Dirinya kembali bercerita, seluruh siswa kelas 6 B dengan jumlah keseluruhan 22 siswa dilibatkan dalam praktek tersebut. "Tadi anak-anak kampanye, satu Minggu sebelumnya anak-anak sudah menyiapkan kotak suara, bilik suara dan lain-lain. Guru hanya mengarahkan, untuk perlengkapan pemilu siswa yang menyiapkan," papar Amelia.
Lebih jauh Amelia menjelaskan, dalam simulasi tersebut siswa diposisikan sebagai penyelenggara pemilu untuk tingkat kabupaten, dan beberapa siswa memposisikan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati. "Mereka bikin partai, bikin tim sukses, terus calon bupatinya menyiapkan program kerja dan visi misi, serta bagaimana mengkomunikasikan gagasan mereka kepada audiens," terangnya.
Aulia berharap, simulasi pemilu memberikan pemahaman kepada anak sejak dini, agar nantinya anak-anak cepat memahami dan tidak abai. "Harapannya gak muluk-muluk, paham sejak dini tentang pemilu. Anak-anak tertib dalam pemilu, soalnya pemilu menentukan kepemimpinan dan kemajuan Purwakarta, jadi harus diajarkan sejak dini," tutur Amelia.
M. Raffi Akhdan, peserta simulasi menilai, simulasi pemilu bagus, karena belajar keberanian untuk menyampaikan gagasan walaupun dirinya merasa tegang ketika berada di atas panggung. "Walaupun hanya sekedar simulasi harus diambil pelajaran jujur, bebas namun tadi ada pemaksaan soal memilih karena harus memilih ke nomor 1," ungkap Raffi.
Peserta lainnya, Roul Akbar Pradana, menambahkan, acara tersebut ramai walaupun dirinya menganggap sedikit sulit beradaptasi. "Bisa ngerti proses pemilihan dari awal sampai akhir, tapi harus jujur dan adil dalam mengikuti presedur yang telah ditetapkan," pungkasnya.(cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template