3.344 Warga Telukjambe Barat Belum Rekam KTP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 3.344 Warga Telukjambe Barat Belum Rekam KTP

3.344 Warga Telukjambe Barat Belum Rekam KTP

Written By ayah satria on Kamis, 26 Oktober 2017 | 14.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Sejak perpanjangan waktu perekaman KTP elektronik (KTP el) September mendatang, hingga memasuki bulan kedua ini ternyata masih banyak wajib KTP el yang belum perekaman tetapi tidak melaporkan ke kecamatan masing-masing, tanpa terkecuali wilayah Kecamatan Telukjambe Barat. Padahal Desember mendatang perekaman KTP el harus sudah rampung secara keseluruhan. 
Berdasarkan data Kependudukan Kecamatan Telukjambe Barat, sebanyak 3.344 wajib Kartu Tanda Pendudukan Elektronik (KTP el) di kecamatan tersebut belum melakukan perekaman KTP el sejak perpanjangan waktu perekaman akhir September lalu. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.644 diantaranya wajib KTP el lelaki dan sisanya 1.700 wajib KTP perempuan.
"Sebanyak 3.344 wajib KTP el di Kecamatan Telukjambe Barat yang belum melakukan perekaman tersebar di 10 desa. Masing-masing desa jumlahnya berbeda. Namun dari total keseluruhan paling banyak adalah Desa Karangmulya mencapai 450 wajib KTP el." Demikian data yang diperolah Radar Karawang, Rabu (25/10).
Sementara jumlah terkecil wajib KTP el yang belum melakukan pelaporan berada di Desa Parungsari sebanyak 183 orang disusul Desa Mulyajaya 242 orang, Desa Margamulya 325 orang, Desa Mekarmulya 236 orang dan Desa Mulyajaya sebanyak 242 orang. Sedang Wajib KTP el yang belum melakukan perekaman di Desa Margamulya mencapai 325 orang disusul Desa Margakaya 348 orang dan Desa Wanajaya 358 orang serta Desa Karangligar sebanyak 381 orang. Sementara untuk Desa Wanakerta menempati urutan kedua terbanyak warganya yang belum melakukan perekaman KTP el yakni sebesar 446 orang.
Sementara itu, menyinggung keterlambatan perekaman KTP el di Kecamatan Telukjambe Barat, alasannya seragam. Selain kesibukan bekerja juga masih minimnya kesadaran masyarakat untuk memiliki identitas diri. "Kebanyakan warga di Kecamatan Telukjambe Barat pekerjaannya petani dan buruh. Hampir seharian mereka bekerja di sawah dan pabrik, sehingga seringkali lupa waktu," ucap petugas rekam KTP El Kecamatan Telukjambe Barat.
Kendati demikian Amirah juga tidak menampik jika ada hal-hal teknis yang terkadang menghambat kelancaran perekaman. Seperti kerusakan mesin alat rekam sidik jari. Itu juga sering dikeluhkan karena membuat perekaman jadi kurang optimal. Padahal kini pelayanan kependudukan di kecamatan itu sekarang sudah diperlebar hingga mencakup dua desa sekaligus. "Untuk memaksimalkan alat perekaman yang ada kita membagi giliran pengurusan. Dari 10 desa yang ada di Kecamatan Telukjambe Barat dibagi per dua desa dalam seminggu. Begitu seterus secara bergiliran sampai target wajib KTP el tuntas perekaman," ucap Amirah.
Amirah tidak menyangkal mesin sidik jari dan iris mata suka eror. Sehingga membuat warga yang akan melakukan rekam data KTP el menunggu di tempat-tempat peristirahatan yang disediakan kecamatan. Bahkan petugas pelayanan kependudukan harus mengambil rekam sidik jari sampai berulang-ulang agar rekam data yang dilakukan optimal. Kerusakan yang terjadi pada mesin rekam data terutama karena perangkat komputer yang digunakan terlalu sering pergunakan, sehingga ada bagian softwarenya mengalami gangguan. Untuk itu perlu dilakukan penggantian mesin rekam data agar pekerjaan perekaman KTP Elektronik di Kecamatan Telukjambe Barat bisa berlangsung optimal, dan target rekam data warga di wilayah tersebut tercapai. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template