Warga Sedot Air di Pinggir Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Sedot Air di Pinggir Jalan

Warga Sedot Air di Pinggir Jalan

Written By Mang Raka on Senin, 11 September 2017 | 15.00.00

*Gotong Mesin Air ke Pinggir Sungai dan Mata Air

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Setelah membuat sumur di tengah sungai kering kini sebagian lagi warga Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, mulai bergeser ke pinggir jalan. Mereka membawa pompa air dan menyedot air dari aliran-aliran sungai dan mata air yang masih menyisahkan air.

Seperti dilakukan Maya (24) warga Dusun Cibuntu, Desa Wanajaya, Minggu (10/9). Dia membawa mesin pompa air dan diesel miliknya yang sebelumnya digunakan untuk menyedot air untuk kebutuhan sawahnya. Dengan mesin itu Maya menyedot air dari sumber mata air Ciwadas yang berada dipinggir jalan utama Desa Wanajaya. "Soal kami mengambil air di pinggiran jalan biar saja. Kenyataannya memang kami lagi butuh air," ucap Maya kepada Radar Karawang.
Maya menuturkan lokasi mereka tinggal merupakan daerah pebukitan. Sementara untuk mengambil air mereka harus turun kebawah dan melalui jalan sempit dan menurun. Itu bukan hal mudah dan lumayan melelahkan jika dilakukan setiap hari. Sementara untuk mendapatkan air mereka harus menyedotnya menggunakan mesin pompa. "Daripada bolak balik membawa mesin pompa ke bawah, lebih baik pompa hisap air kita simpan di bawah saja. Sementara pengambilan airnya lebih baik di jalan utama agar lebih aman dan langsung kita distribusi kan ke rumah masing-masing," jelas Maya seraya menambahkan untuk turun kebawah sudah jalannya menurun sempit lagi. 
Selain untuk dikonsumsi air yang mereka dapatkan juga untuk kebutuhan mandi dan cuci disamping kebutuhan lainnya. Saat ini selain mata air Ciwadas bagian aliran sungai yang masih menyisahkan air adalah Sungai Cibeet dan Citamiang. Menurutnya, sebagian warga di sekitaran sumber air itu memang sangat mengandalkan sumber air Ciwadas. Namun kadang juga suka mengering. Tetapi karena kemarau belum lama maka kondisi airnya belum kering. "Air dari sumber air Ciwadas tidak terlalu bersih yang penting dimasak dulu sebelum diminum," ucap Maya.
Sementara, Ketua RT 08, Dusun Cibuntu, Umar Said (44) tidak menampik jika air mata air Ciwadas memang dikonsumsi warga. Dirinya pun berharap musim kemarau bisa cepat berakhir agar warga tidak kesulitan dapatkan air. Saat ini mereka amat membutuhkan bantuan air bersih. "Warga bergantian mengambil air. Kalau siang debit airnya memang menyusut dan pompa pun untuk bisa lebih aman dicabut. Keesokan harinya baru digunakan untuk menyedot air," ucap Umar.
Sejauh ini, tambah Umar aman - aman saja tidak terjadi rebutan, karena semua warga merasakan dampak yang sama kesulitan air. Dan sumber air tidak selalu stabil, Siang saja air pun menyurut, yang penting mereka membutuhkan air sesuai dengan kebutuhan. "Sampai saat ini tidak ada yang mencuci mobil atau motor di lokasi itu karena air hanya dibutuhkan untuk keperluan mengisi bak mandi dan bak air minum di rumahnya masing-masing," jelasnya.
Engkos (38) tokoh Pemuda Desa Wanasari mengemukakan jika persoalan kekeringan sudah menjadi persoalan tiap tahun yang belum ada solusi. Dirinya pun menyampaikan Kemarau panjang dan kekeringan menyebabkan terganggunya hidrologis lingkungan yang berakibat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau. Kekeringan saat ini telah membawa dampak yang lebih parah dan ancaman bencana ekologis. Dampak kekeringan dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial, medis dan konflik dalam kehidupan masyarakat. Dampak tersebut akan saling berpengaruh dan berkaitan satu sama lainnya. (yfn)


Dampak Kekeringan
Sumur Warga Kering
Sawah Kekurangan Air
Ladang Kering


Upaya Mendapat Air
Membuat Sumur Ditengah Sungai
Menyedot Sumber Air dengana Mesin Air
Bantuan Dari Pemda dan Lembaga Sosial


Sektor Terimbas Kekeringan
Produksi Gabah Merosot
Produksi Sayuran Menurun
Produksi Ikat Darat Gagal 
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template