Warga Cikampek Segel Tower Telekomunikasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Cikampek Segel Tower Telekomunikasi

Warga Cikampek Segel Tower Telekomunikasi

Written By Mang Raka on Kamis, 28 September 2017 | 11.00.00

-Belum Ada Kompensasi, Takut Terkena Radiasi

CIKAMPEK, RAKA - Suasana di Desa Cikampek Kota akhir-akhir ini terasa panas. Bukan karena sengatan matahari, karena kemarin hujan cukup deras dari pagi hingga sore. Namun, keberadaan tower telekomunikasi yang berada di tengah pemukiman warga, membuat masyarakat gerah.
Masa kontrak tower setinggi 75 meter itu sudah habis bulan Agustus. Sedangkan pihak perusahaan yaitu PT Protelindo tidak terlihat menyapa warga yang berada dekat dengan tower tersebut. Warga pun uring-uringan. Terlebih janji kompensasi tiga bulanan, enam bulanan, dan satu ekor sapi setiap hari raya Idul Adha, tidak satupun terealisasi.
Merasa dilecehkan, akhirnya puluhan warga Dusun Karajan Remaja RT 02/05, urung rembuk bersama kepala desa dan perwakilan PT Protelindo di kantor Desa Cikampek Kota, Selasa (26/9) malam. Dalam pertemuan tersebut terungkap, jika warga sebetulnya resah dengan keberadaan tower tersebut. Selain khawatir ambruk, kesehatan warga juga mulai terganggu. "Dampak negatif mulai dirasakan warga," ungkap tokoh masyarakat setempat, Ujang (67).
Ia melanjutkan, sebelum tower itu berdiri, pihak perusahan membujuk warga dengan iming-iming memberikan kontribusi kepada masyarakat. Seperti asuransi kesehatan, santuan per tiga bulan sekali, setiap enam bulan sekali, dan akan memberikan satu ekor sapi setiap hari raya Idul Adha. Alhasil, warga menyetujui pembangunan tower tersebut. "Tapi janjinya palsu. Saya tidak menerima dibohongin seperti ini," katanya.
Perwakilan pemuda Dusun Karajan Remaja, Sigit (32) mempertanyakan perpanjangan kontrak. Karena hingga saat ini belum ada sosialisasi kepada warga. "Saya cuma ingin saling keterbukaan saja. Kalau seperti ini, saya ingin tower ini dibongkar. Karana khawatir tower ini ambruk menimpa warga dan merusak banyak rumah," katanya.
Budi (40) warga lainnya mengatakan, puluhan warga ingin tower tersebut dibongkar, Karena mengganggu kenyamanan dan kesehatan. "Sebanyak 57 warga sini ingin menutup bangunan tower ini, karen dampak negatifnya banyak sekali," katanya.
Menjawab pertanyaan warga, perwakilan PT Protelindo, Marlon mengatakan, perpanjangan kontrak tidak harus melibatkan warga, karena sudah cukup persetujuan pada awal pendirian tower. "Dalam aturan pemerintah tidak dijelaskan harus meminta tanda tangan kembali kepada masyarakat, karena tahap pertama sudah dilalui. Sudah mengantongi izin untuk pembangun tower ini," katanya.
Sedangkan persoalan kompensasi, Marlon mengaku tidak tahu menahu akan hal itu. Apalagi tidak ada bukti perjanjian hitam di atas putih. "Ketika warga mempertanyakan dan menagih perjajian dengan pihak perusahaan, saya tidak tau. Karena tidak ada bentuk tertulisnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikampek Kota Indra Kusuma mengatakan, pihaknya menyerahkan seluruh keputusan kepada masyarakat. Karena yang akan merasakan dampak tersebut adalah warga yang tinggal dekat tower. "Saya serahkan kepada warga yang terkena dampak, mau apa juga terserah mereka," katanya.
Ia berharap, permasalahan diselasaikan secara baik-baik, agar tidak terjadi hal yang tidak diingikan. "Musyawarah terlebih dahu, apa pun hasilnya terserah warga sini," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Dusun Karajan Remaja masih menyegel tower telekomunikasi tersebut, meski aksi penyegelan tersebut tidak berdampak terhadap aktivitas jaringan telekomunikasi. (cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template