Tiap Hari Polisi Razia Motor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiap Hari Polisi Razia Motor

Tiap Hari Polisi Razia Motor

Written By ayah satria on Selasa, 19 September 2017 | 15.29.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Angka  pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Karawang tergolong memprihatinkan. Sebab,  berdasarkan catatan Polres Karawang diketahui setiap satu menit, satu orang warga Karawang melakukan pelanggaran lalu lintas. Jenis pelanggaran yang dilakukan bervariasi baik menerobos lampu merah, tidak memiliki surat kendaraan, tidak menggunakan helm hingga memotong jalur.
Di Kecamatan Telukjambe Timur titik paling titik tinggi pelanggaran lalulintasnya berada di Bunderan Perumnas Telukjambe Timur, persis di depan SMPN 2 Telukjambe Timur. Pengendara motor dan mobil enggan memutar kendaraannya melalui bunderan Jalan Raya Telukjambe. Tetapi lebih suka berputar memotong jalur pengendara dari arah depan sehingga sering mengakibatkan kecelakaan dan kemacetan.
Umumnya kecelakaan terjadi akibat perilaku pengendara karena kurangnya kewaspadaan dan kecenderungan melanggar rambu-rambu lalulintas. Soal pelanggaran, di Bundaran tersebut masih banyak pengendara yang tidak mengindahkan peraturan. Misalnya, melawan arus lalu lintas, menerobos lampu merah di waktu malam hari atau melewati marka jalan dan pelanggaran lalu lintas lainnya. Begitu juga tidak memanfaatkan fungsi dari bundaran.
Sementara untuk menekan angka pelanggaran lalulintas di wilayah hukumnya Polres Karawang setiap pagi melakukan razia di daerah yang menjadi pusat keramaian. "Setiap pagi kami melakukan razia kendaraan roda dua di beberapa titik yang banyak dilalui oleh masyarakat. Dalam razia ini setiap hari kami menemukan rata-rata 30 orang yang melanggar lalulintas. Jadi kalau di rata-rata setiap menit itu seorang warga Karawang melakukan pelanggaran lalulintas," kata Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam Indradi, Senin (18/9).
Menurutnya, kebanyakan yang melakukan pelanggaran lalulintas adalah dari kalangan pelajar, karyawan bahkan juga PNS. Namun, yang paling dominan yang melakukan pelanggaran adalah pelajar yang jumlahnya mencapai ratusan. Polres Karawang sudah meminta setiap sekolah agar melarang siswanya untuk mengendarai motor ke sekolah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang. "Pelajar terutama siswa SMP sebaiknya jangan menggunakan motor ke sekolah karena belum cukup umur dan pastinya tidak punya SIM," katanya.
Ade mengaku akan mengundang ratusan kepala sekolah tingkat SMP dan SMA untuk berdialog dan mencari solusi agar siswa tidak lagi mengendarai motor. Dia juga akan mengundang pihak Disdikpora agar membuat kebijakan larangan mengendarai motor kepada setiap siswa. "Masalahnya bukan hanya pelanggaran lalulintas tapi angka kecelakaan kendaraan bermotor juga kebanyakan terjadi oleh pelajar juga. Kita memiliki tanggung jawab bersama mengatasi ini," katanya.
Bupati Karawang Cellica Nurachadiana ketika dikonfirmasi mengatakan sangat mendukung penegakan hukum yang dilakukan Polres Karawang terhadap pelajar yang mengendarai motor. Hanya saja dia mengaku masih mengkaji lagi jika harus mengeluarkan kebijakan larangan membawa motor bagi siswa. Alasannya masih banyak daerah di Karawang yang tidak dilintasi oleh angkutan umum terutama di daerah terpencil. "Kita akan bahas lagi soal ini nanti karena masalahnya kita butuh kajian dulu," kata Cellica.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template