Tanggul Irigasi KW 6 Seperti Tanah Liar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanggul Irigasi KW 6 Seperti Tanah Liar

Tanggul Irigasi KW 6 Seperti Tanah Liar

Written By ayah satria on Sabtu, 23 September 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Lahan Perum Jasa Tirta (PJT) II di kawasan tanggul Irigasi KW 6, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat semakin kumuh, setelah bertahun-tahun tidak diawasi pemiliknya. Sementara untuk ditertibkan itu pun tidak mudah karena belum ada permintaan dari pemilik lahan.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Karawang Basuki Rachmat SE menyampaikan keterkaitan tanah pengairan yang saat ini sudah beralih fungsi sebagai lahan pemukiman, setahunya jika mengacu terhadap perjanjian pertama kalinya dengan pihak PJT II, warga setempat hanya meminta ijin melakukan garapan yang saat ini beralih menjadi pemukiman.
"PJT II tidak salah karena memberikan izin lahan sementara. Kalau menurut yang saya baca dulu dalam perizinan itu ada kata-kata jika sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah maka siap membongkar sendiri tanpa meminta ganti rugi, biasanya begitu. Izin pemanfaatan lahan sementara itu pertamanya izin buat garapan tapi kenyataan bikin bangunan menurut aturan itu minta izin A digarap B itu menyalahi," tuturnya kepada Radar Karawang, (22/8).
Dikatakan Basuki tanah pengairan sebetulnya harus di cek terlebih dulu ada izinnya atau tidak dari pengairannya. Sementara pihaknya paling bisa memberikan himbauan kepada pendiri bangunan liar itu jika selama izin tidak ada jangan membuat bangunan di area pengairan. "Memang kadang-kadang ada juga yang bandel sudah tidak dikasih izin tapi nekad membangun," tuturnya.
Bahkan kata Basuki pihaknya sering melakukan pemberitahuan dan juga melakukan pembongkaran atas permintaan yang punya lahan PJT II. Seperti terjadi di belakang Kodim beberapa waktu lalu. "Biasanya kalau bangunannya sudah banyak berdiri baru PJT II kalangkabut dan akan meminta bantuan ke kita, seperti di belakang Kodim," tuturnya.
Ditandaskan Basuki Satpol PP sebagai pengawal pengamanan untuk pembongkaran, pihaknya siap melakukan penertiban selama ada permintaan dari yang punya lahan. "Kalau sekarang ini tidak mungkin bisa, karena tidak ada laporan ke kita. Walaupun sebagai pengawal pembongkaran tapi apabila ada bangunan liar kita lakukan sesuai tufoksi kita sebelum kita bongkar," terangnya.
Sementara itu, Hasiman (50) menyampaikan warga asal kabupaten Serang itu mengaku sudah hampir puluhan tahun bermukim di tanggul irigasi tarum tengah KW 6 di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Diakuinya saat pertama kali meminta izin kepada pihak PJT II kalau lahan yang saat ini di huninya merupakan lahan garapan yang akan digarap sebagai lahan penanaman sayur-sayuran. "Disini ada lebih 40 bangunan rumah semi permanen. Saya pribadi kalau mau dibogkar silahkan saja," ucapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template