Serapan PBB Rendah Dianggap Biasa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Serapan PBB Rendah Dianggap Biasa

Serapan PBB Rendah Dianggap Biasa

Written By ayah satria on Sabtu, 23 September 2017 | 13.30.00

Piutang PBB Lemahabang Membengkak

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Serapan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kecamatan Lemahabang setiap tahun rendah. Hal itu dianggap lazim karena tingkat kesadaran masyarakat sendiri untuk membayar pajak masih rendah.
"Sudah lazim setiap tahun pemasukan PBB rendah. Terlepas dari menunggu musim panen hingga paceklik kesadaran masyarakat membayar pajak juga begitu minim, bahkan hingga menjelang jatuh tempo akhir september tahun ini sekalipun tidak mampu menggugah masyarakat untuk membayar PBB nya," tandas pegawai seksi Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kecamatan Lemahabang, Abdul Fatah, Jumat (21/9).
Selama ini pemerintah sendiri sudah berupaya mengingatkan wajib pajak untuk membayar pajak bumi bangunannya. Baik melalui sosialisasi langsung melalui rapat minggon maupun spanduk-spanduk. Bahkan denda dua persen jika lewat September belum dibayar juga dipampangkan dengan hurup besar-besar. Tetapi tetapi tidak mampu menggugah kesadaran masyarakat membayar pajak. "Denda 2 persen jika telat pun sudah diumumkan namun masyarakat tetap enggan membayar PBB," ucapnya.
Fatah menambahkan beragam faktor mempengaruhi rendahnya pemasukan PBB setiap tahun. Ada alasan gagal panen, ada juga yang WP (wajib pajak) jarang di rumah, bahkan ada yang belum mengurusk SPPT nya. Dia berharap, menjelang tempo september ini, setidaknya para bendahara PBB bisa menyerap 50 persen pemasukannya, apalagi menjelang pencairan Dana Bagi Hasil (DBH). "Dana Bagi Hasilnya mau tetapi membayar pajaknya susah," pungkasnya.
Desa dengan piutang PBB Rp 124 juta diantaranya Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang. saat Radar Karawang mengkonfirmasi kepada desanya Idha Komara terlihat bingung cara melakukan penagihan pajak supaya masyarakatnya tahu kalau itu adalah kewajiban yang harus mereka penuhi. Idha mengakui kesadaran masyarakat di wilayah untuk membayar pajak masih minim.
"Sulit melakukan penagihan pajak ke masyarakat. Bahkan meski usai panen sekalipun tetap saja sulit menagih PBB," ucap Idha. Kendati demikian Idha tetap tidak bisa menutupi tidak semua warganya enggan membayar pajak. "Ada juga yang sadar membayar PBB itu adalah kewajiban. Mereka tidak mau di denda gara-gara telat membayar PBB," ucapnya.
Sementara untuk menumbuhkan kesadaran warganya membayar PBB beragam upaya sudah dilakukan. Meski diakui Idha itupun belum mempan meminta warganya yang terdaftar sebagai wajib pajak (WP) untuk membayar PBB. "Ada saja alasan untuk tidak membayar PBB. Dari panen panen buruk sampai padi terserang zonk. Intinya panen jelek jadi alasan untuk tidak membayar pajak," ungkapnya. (rud)



Desa Nunggak PBB di Lemahabang
Ciwaringin    :  Rp  85.692.967/ 85%
Waringinkarya :  Rp  47,98 juta/75%
Pasir gantung :  Rp  34,60 juta/66%
Karangtanjung :  Rp  43,65 juta/72%
Kedawung      :  Rp  71,65 juta/65%
Lemahabang    :  Rp  89,74 juta/61%
Karyamukti    :  Rp 124,91 juta/85%
Pulojaya      :  Rp  92,96 juta/96%
Pulokalapa    :  Rp  60,97 juta/96%
Lemahmukti    :  Rp  67,42 juta/96%
Pulomulya     :  Rp  43,77 juta/90%


Target PBB    : Rp 955.223.329 juta
Realisasi     : Rp 191.807.272 juta/20%
Sisa Hutang   : Rp 763.416.057 juta/79%
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template