Sawah Jadi Tempat Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah Jadi Tempat Sampah

Sawah Jadi Tempat Sampah

Written By ayah satria on Jumat, 29 September 2017 | 19.42.00

TEGALWARU, RAKA - Dua hari di guyur hujan dengan intensitas tinggi tumpukan sampah di sungai Cikumpeni, Desa Mekarbuana meluap dan membanjiri hektaran sawah di wilayah tersebut. Namun begitu surut persoalan lain muncul yakni hamparan sampah yang tertinggal setelah terbawa banjir.
Ironisnya sampai saat ini belum ada tindakan nyata mengatasi persoalan sampah. Bahkan hingga kini masih saja ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Seharusnya ada upaya memberikan informasi dan sosialisasi untuk tidak membuang sampah ke sungai. seperti diungkapkan Parno (54) pemilik sawah di Desa Mekarbuana. Dia mengaku geram dengan banyaknya sampah yang tertinggal di sawahnya. Gara-gara itu dia mesti kerja dua kali agar bisa menggarap sawahnya. Dia berharap pemerintah bisa melakukan aksi atau tindakan guna pencegahan.
Padahal sampah yang dihasilkan berasal dari hulunya sungai Cikumpeni yang semestinya bisa terdeteksi. Bahkan diperkirakan waktu tanam akan berlangsung lama karena mesti membersihkan sebagian lahan yang tergenangi sampah. "Kalau begini, paling saya akan tertinggal dengan petani lain, yang sawahnya aman dari genangan sampah. Semestinya pihak pemerintah bisa memberitahukan warga agar jangan ada lagi yang buang sampah ke sungai. Kalau begini terus maka banyak petani yang akan merugi karena habis waktunya untuk membersihkan sampah," ucapnya.
Di tempat terpisah, Abas (61) pemilik sawah lainnya pun mengiyakan perihal kondisi sampah yang menggenangi areal sawah mereka. Sampah yang terbawa deras air sungai memang seperti di sapu dari arah hulu ke hilir. Dan tepatnya di titik kampung Cipeuteuy sampah tersumbat sehingga melimpas ke areal sawah - sawah warga. "Hujan selama dua hari terakhir membuat sampah yang ada di wilayah hulu terbawa semua ke bawah, dan pada akhirnya sampai di areal persawahan di Kampung Cipeuteuy, maka sampah sudah tidak lagi bisa terbawa ke dataran rendah dan meluap dan terbawa ke areal sawah yang merupakan dataran paling rendah," ucapnya seraya mengatakan sampai saat ini sekitar 2 hektar lahan sawah yang tergenangi sampah.
Hal senada diungkapkan  Jaja (59) juga petani Desa Mekarbuana. Dia sependapat agar pemerintah bisa memberikan efek jera supaya warga tidak membuang sampah ke sungai. Dirinya berpendapat jika terus menerus warga membuang sampah di sungai maka sungai akan mudah banjir. Padahal menurutnya salah satu organisasi pemuda pernah melakukan pembersihan sungai, namun masih saja ada warga yang kurang perduli dengan kegiatan tersebut.
"Mereka (organisasi pemuda) melakukan  pembersihan sungai karena perduli dengan kondisi sungai yang ada, Tapi kok engga ada respon dari semua stagholder yang memiliki kompetensi kebijakan. Ini seolah adanya pembiaran, sudah seharusnya kita memikirkan agar ada solusi bersama masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template