Saber Pungli Obok-obok Klari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Saber Pungli Obok-obok Klari

Saber Pungli Obok-obok Klari

Written By Mang Raka on Jumat, 08 September 2017 | 15.30.00

* Datangi Puskesmas Klari dan Desa Curug

KLARI, RAKA - Maraknya pungutan liar di wilayah Kecamatan Klari, menjadi perhatian serius bagi tim sapu bersih pungutan liar (Saber pungli). Pasalnya sudah dua hari ini, tim saber pungli turun ke beberapa tempat pelayanan masyarakat di wilayah Kecamatan Klari.
Para pegawai pelayanan publik nampaknya harus ekstra hati-hati dalam menjalankan tugasnya, karena salah saja dalam menjalankan tugas, apalagi sampai melakukan pungutan liar, maka yang bersangkutan bisa diseret kepenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kepala Desa Duren Abdul Halim mengakui, dalam dua hari ini tim saber pungli sudah turun ke wilayah Kecamatan Klari, karena banyaknya komplain yang disampaikan oleh maysarakat terkait tempat-tempat pelayanan publik yang disalah gunaka untuk meraih pundi-pundi rupiah dari masyarakat. "Udah dua hari, hari Rabu sama Kamis, saber pungli datang ke Klari," kata Ebeh Halim sapaan akrab Kepala Desa Duren.
Menurutnya, kedatangan saber pungli merupakan tindak lanjut dari maraknya pungutan liar berkedok parkir di Puskesmas Klari, kemudian yang kedua masalah pungutan pembuatan KTP yang terjadi di Desa Curug oleh oknum yang membantu membuatkan KTP yang diminta oleh korban, dan ketiga, terkait berbagai pelayanan lainnya yang kerap menimbulkan pertanyaan warga. "Mempertanyakan masalah pungutan liar yang terjadi di wiliayah Kecamatan Klari," jelasnya.
Atas hal tersebut, dia kembali menegaskan kepada petugas pelayanan publik terutama di desanya untuk tidak melakukan pungutan-pungutan liar. Karena jika ketahuan ada oknum yang melakukan pungli maka dia sendiri yang akan melaporkan langsung ke tim saber pungli. "Kalau ada (Pegawai desa yang melakukan pungli) saya pecat," tegasnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh pegawai Desa Duren, Lili Sukarli, kedatangan saber pungli kali ini tidak membawa sejumlah petugas yang lebih dari beberapa orang justru hanya satu orang yang datang ke lokasi. "Ibu Mutiara aja sendirian, nggak bareng- bareng sama yang lainnya, hanya mempertanyakan aja," ungkapnya.
Sementara kepala Desa Curug Rahita, membenarkan adanya saber pungli  mendatangi kantornya, kedatangan saber pungli adalah untuk mengecek data yang berkembang di publik. Sementara berdasarkan data register desa, nama korban tidak tercantum, sehingga dia menduga ada oknum diluar perangkat / pegawai desa yang seolah bisa ngurus KTP kemudian meminta jasa untuk pembuatannya. Padahal, kata Rahita, jika tidak teregister di desa, sampai kapanpun pembuatan KTP itu tidak akan jadi. Karena prosedur yang harus ditempuhnya adalah harus ada surat keterangan dari Ketua RT, ketua RW kemudian Desa, Kecamatan baru ke Disdukcatpil. "Tapi saya akan kumpulkan pegawai Desa untuk menindaklanjuti persoalan ini," katanya.
Sementara angota Saber Pungli Kabupaten Karawang yang turun ke Klari, Bripka Mutiara menyampaikan, apa yang dilakukannya sudah atas hasil musyawarah dengan tim saber pungli, meski demikian dia engan memberikan komentar bagaimana hasil penelusuran dirinya selama dua hari terkait maraknya pungli di wilayah Kecamatan Klari. "Hasilnya nanti saya laporkan kepimpinan, silahkan nanti minta keterangan dari beliau," ujarnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template