Riski Saputra, Anak Jatisari yang Juara Bola di India - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Riski Saputra, Anak Jatisari yang Juara Bola di India

Riski Saputra, Anak Jatisari yang Juara Bola di India

Written By ayah satria on Senin, 25 September 2017 | 17.25.00

JATISARI, RAKA - Diam-diam, ternyata Kabupaten Karawang memiliki pesepakbola muda berbakat. Tidak hanya bermain di tingkat nasional, tapi juga mengecap juara di kejuaraan internasional. Dia adalah Mochamad Riski Saputra.
Lelaki kelahiran 6 April 2001, yang tercatat sebagai warga Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, itu berhasil mengharumkan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia. Sebut saja Danone Nations Cup di Swedia tahun 2011. Saat itu, Riski berhasil membawa timnya menjadi juara 2. Tahun berikutnya, menjuarai Singa Cup di Singapura. Tidak hanya itu, Riski juga menjadi bagian dari ASIOP Apacinti saat menjuarai Gothia Cup 2016 di Swedia. Terakhir, membela Indonesia dalam Subroto Cup 2017 di India. Hasilnya, juara dua. "Banyak prestasi yang diraih dalam kejuaraan sepek bola tingkat nasional maupun internasional," ujar Riski kepada Radar Karawang, Minggu (24/9) kemarin.
Mencapai prestasi gemilang itu, kata Riski, tidak semudah membalikan telapak tangan. Tapi butuh kerja keras dan ketekunan serta optimis. "Proses tidak akan menghianati hasil. Asalkan berusaha dulu aja, saya sakin dengan begitu, apa yang telah dicita-citakan bisa tercapai," katanya.
Pengidola bek tanggung Real Madrid Marcelo Vieira, ini mengatakan, orangtua, pelatih, dan rekan setim juga sangat berpengaruh terhadap kemampuannya mengolah si kulit bundar. Dia berharap apa yang dilakoninya selama ini bisa membawa manfaat untuk orang banyak. "Saya akan terus berusaha agar cita-cita menjadi pemain profesional terwujud," ujarnya.
Kedua orang tua Riski, Solihan dan Yanti mengaku bangga. Jiwa optimisnya sangat tinggi dan selalu bersemangat dalam mengikuti latihan sepak bola. "Saya sangat senang, anak saya bisa mengharumkan nama negara yang kami cintai ini," katanya.
Meski begitu, kata Solihan, Pemerintah Kabupaten Karawang belum memperhatikan prestasi anaknya. Padahal secara tidak langsung nama Kota Pangkal Perjuangan ikut harum saat Riski membela Indonesia di kancah internasional. "Pemeritah daerah tidak memperhatikan," tuturnya.
Pelatih SSB Mandiri United Karim mengaku bangga mempunyai anak didik yang berhasil mendapatkan berbagai prestasi. Ia berharap, pemerintah daerah memperhatikan pemain sepak bola ke pelosok-pelosok, karena masih banyak anak muda yang bertalenta. "Saya ingin pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan anak yang berprestasi. Agar generasi muda yang bertalenta bisa bermunculan, sehingga bisa mengharumkan nama daerah dan negara," pungkasnya.(cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template