PJT II Larang Petani Bercocok Tanam di Situ Kamojing - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PJT II Larang Petani Bercocok Tanam di Situ Kamojing

PJT II Larang Petani Bercocok Tanam di Situ Kamojing

Written By ayah satria on Sabtu, 23 September 2017 | 14.30.00

CIKAMPEK, RAKA -  Meski dalam aturan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II tidak memperbolehkan situ milik PJT II dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Tetapi setiap musim kemarau panjang tiba, tanah situ kamojing selalu dimanfaatkan oleh para petani sekitar.
Menurut Juru Pengairan PJT II Situ Komojing Nursa'im, setiap musim kemarau panjang, warga yang tidak jauh dari tempat situ tersebut, selalu  memanfaatkan situ yang mulai kering untuk ditanami tumbuhan yang menghasilkan keuntungan. "Sudah menjadi tradisi, saat musim kemarau panjang, warga yang ada disini, selalu menanam padi," ujar Nursa'im kepada Radar Karawang (22/9).
Dia mengatakan, sebenarnya dalam aturan, tanah tersebut tidak boleh ditanami, akan tetapi hal itu, tidak berlaku bagi petani yang menanami padi dikawasan situ kamojing. Padahal pihaknya sudah memberitahu kepada petani agar tidak menanaminya. "Saya udah kasih tau ke petani, tapi tetap saja tidak mendengarnya, bahkan saya sudah membuat plang untuk tidak boleh memanfaatkan tanah ini, akan tetapi plangnya, hanya jadi hiasan saja," katanya.
Meski apa yang dilakukan petani merupakan pelanggaran, tetapi pihaknya tidak memproses secara hukum, bukan hanya itu, hasil panen para petani juga tidak pernah dipinta oleh pihak PJT II. Karena menurutnya, itu juga bukan kewenangan PJT II untuk menguasai hasil panen petani. Meski petani menanam padi diwilayah situ Kamojing yang merupakan milik PJT II. "Saya tidak meminta hasil panen dari petani, karena tidak berhak," katanya.
Dia juga menegaskan tidak akan bertanggung jawab, jika musim hujan datang secara tiba-tiba, karena saat musim hujan datang, tanaman petani akan terendam secara otomatis. "Dulu pernah, tanaman padi petani terandam saat hujan datang, sehingga gagal panen," katanya.
Salah satu petani yang enggan desebutkan namanya mengatakan, Saat musim kemarau panjang, para petani yang jaraknya tidak jauh dari situ kamojing, rutin menami tanah tersebut dengan padi. Karena kondisi situ juga surut dan ada lahan yang bisa dimanfaatkan oleh para petani. "Sudah menjadi kebiasaan, kalau musim kemarau panjang, pasti situ kamojing ini selalu ditanami pada oleh petani yang ada didisi," katanya.
Menurutnya, dari pada tanah itu tidak produktif, lebih baik  dimanfaatkan oleh petani, sehingga bisa menambah pendapatan warga sekitar, terutama warga yang biasa bertani, tetapi tidak memiliki lahan. "Agar bisa bermanfaat aja, karena kalau dibiarkan tidak akan bermanfaat, lebih baik ditanami padi aja. Tidak merungikan banyak orang juga kan," pungkasnya. (cr1)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Harus nya di jadikan tempat wisata seprti situbuled,atau setiap kemarau boleh di cocok tanam tapi oleh pemerintah desa dan PJT II dan hasil itu di bagi 2 dan masuk ke dalam kas kedua pihak joss kan

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template