Petani Pedes Stres Gagal Panen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Pedes Stres Gagal Panen

Petani Pedes Stres Gagal Panen

Written By ayah satria on Sabtu, 09 September 2017 | 13.30.00

KUTAWALUYA, RAKA- Ratusan hektare sawah di Desa Waluya dan Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, hampir seluruhnya mengalami gagal panen. Gagal panen di 2 desa tersebut menambah daftar area sawah yang mengalami gagal panen di Kabupaten Karawang. Kondisi ini membuat petani stres bahkan ada yang sakit, karena modal tidak kembali.
Setelah sebelumnya terjadi di Desa Sukapura dan Desa Sukaraja Kecamata Rawamerta, kali ini gagal panen terjadi di 2 desa yang berada di Kecamatan Kutawaluya. Terlihat tanaman padi, selain terserang hama wereng juga terlihat tumbuh kerdil dan dipenuhi rumput liar di area pesawahan tersebut. Hal tersebut, diduga dampak dari percepatan tanam, sehingga kualitas tanah menjadi kurang subur dan mengalami kekurangan unsur hara, karena harus terus ditanami tanpa henti yang menyebkan tanaman padi menjadi tumbuh kerdil dan gampang terserang serangan hama.
Menurut salah seorang petani Desa Sampalan, Onan (54), seluas kurang lebih 225 hektare area pesawahan yang berada di Desa Sampalan seluruhnya mengalami gagal panen. Belum di tambah dengan luas area pesawahan di Desa Waluya sebanyak 390 hektare. Jika di total lebih dari 500 hektare yang mengalami gagal panen. Dirinya mengakui petani rata-rata mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah perhektarenya. "Pokoknya hampir semua area pesawahan yang berada di 2 Desa ini mengalami gagal penen, kelihatannya saja bagus dari jauh, kalau didekati gak berbeda dengan kondisi yang disini," kataya, kepada Radar Karawang.
Kendatipun petani banyak yang melakukan tanam ulang, namun hal tersebut dinilai tidak optimal dan menjadi hal yang dianggap sia-sia, karena tanaman padi yang ditanam oleh petani dengan gampang terserang hama. Alhasil gagal tanam dan gagal panen tersebut menyebabkan petani merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan lebih parahnya lagi, banyak petani yang jatuh sakit karena melihat kondisi tanaman padi yang didambakannya mengalami gagal panen. "Dalam satu hektar hanya mendapatkan 4 karung padi saja, boro-oro bisa untung, buat balikin modal aja masih jauh, belum lagi kan kita kalau beli obat itu atau kadang pupuk ngutang dulu, pantes aja sampai ada yang sakit gara-gara mikirin padinya yang agal panen," ujarnya.
Dikatakannya, ia merasa untuk saat ini semua petani, khususnya di 2 desa tersebut tidak akan ada yang bisa menghasilkan padi secara optimal. Karena kondisi tanahnya sangat tidak mendukung. Pasalnya, sudah 2 tahun lebih sawah tersebut tidak pernah di istirahatkan dan terus ditanami. "Harusnya dibiarkan mengering dulu tanah sawah itu, jangan ditanami terus menerus," terang dia. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template