Perahu Terbalik Digulung Ombak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perahu Terbalik Digulung Ombak

Perahu Terbalik Digulung Ombak

Written By ayah satria on Sabtu, 09 September 2017 | 11.06.00

Nelayan Sungaibuntu Berenang Naik Jerigen

PEDES, RAKA- Akibat memaksa melaut, 3 nyawa nelayan perahu Laksana Jaya hampir ditelan ganasnya ombak. 3 nelayan asal Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes tersebut, memaksa melaut akibat himpitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurut juru kemudi mesin dompleng, Rastaka (46), sebelum keberangkatan melaut sekitar pukul 05.00 WIB, dirinya mengaku cuaca tidak terlalu ekstrim, sehingga ia berasama kedua nelayan lainnya memaksa untuk meneruskan perjalanan mencari udang ke tengah laut. Hal tersebut dilakukan akibat tuntutan ekonomi, karena menjadi nelayan pekerjaan satu-satunya. "Kecelakaan terjadi hari Senen jam 06.00 pagi, tanggal 28 Agustus 2017 Minggu lalu, sebelum berangkat itu kita tahu bahwa cuaca sedang bersahabat, namuan pas jam 06.00 tiba-tiba angin kencang yang disertai ombak besar menghantam perahu kami," ujarnya, kepada Radar Karawang, Kamis (7/9) kemarin.
Atas kejadian tersebut, nelayan harus kehilangan kendaraan mereka yang menjadi satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Belum lagi dengan kerugian perlengkapan lainnya yang tenggelam di bawah permukaan laut. Diperkirakan kerugian nelayan mencapai puluhan juita rupiah. "Perahu aja kita beli Rp 50 juta yang ukuran 7 meter, 20 pcs jaring udang, 20 pcs jaring lobster, 1 buah dompleng, dan berbagai kelengkapan lainnya," keluhnya.
Kedatipun demikian, rasa syukur masih bisa terucap dari mulut mereka. Nyawa ketiga nelayan masih bisa terselamatkan. Usman (48), salah seorang nelayan, mengaku bisa selamat dengan bantuan jerigen solar yang mengapung. Ia mengaku harus berenang dengan menempuh jarak 500 meter dari permukaan laut menuju pantai agar bisa selamat dari terjangan ombak. "Untung saja ada jaligen, saya bisa menumpang sambil mengapung menuju pantai, dan kedua teman saya Rastaka dan Catim (34) mencoba menyelamatkan diri dengan menumpang di atas perahu yang terbalik, dan untungny ada perahu nelayan lain yang berusaha menolong kami," terangnya.
Sedangkan menurut Ucen, pmilik perahu sangat menyayangkan pihak Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sampai saat ini tidak memperdulikan nasib nelayan. Malah, ketua TPI Sungai Buntu berkomentar yang tidak mengenakan hatinya. "Jangankan biaya untuk mengganti perahu saya, dia malah menghujat saya dengan kata-kata yang tidak menyenangkan, padahal TPI itu merupakan bapak dari kami sebagai nelayan, ketika kami ke pelelangan, kami di haruskan membayar untuk ini dan itu, sedangkan ketika kami kena musibah, bukannya membantu malah tidak diperdulikan. Emang siapa yang mau celaka coba," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template