Pelajar SDN Situdam 1 Terserang Flex - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar SDN Situdam 1 Terserang Flex

Pelajar SDN Situdam 1 Terserang Flex

Written By Mang Raka on Senin, 11 September 2017 | 16.00.00

* Tiap Hari Menghirup Udara yang Tercemar Limbah

JATISARI, RAKA -  Pelajar SDN Situdam 1 terindikasi mengidap penyakit flex. Hal itu dikarenakan udara yang dihirup tiap hari diduga mengandung unsur kimia, penyebab adabnya pencemaran itu adalah dari beberapa perusahaan yang melakukan pencemaran di sungai Cilamaya dan Ciherang yang mengalir ke bendungan barugbug.
Menurut Ketua Bidang Lingkungan Hidup Forum Komunikasi Pemuda Jatisari (FKPJ) H.Oo Nurohman, FKPJ merasa perihatin terhadap proses kegiatan belajar mengajar di SDN Situdam 1. Pasalnya,  peserta didik yang belajar di sekolah tersebut setiap hari harus menghirup udara yang berbau kimia. "Diduga kuat anak-anak terkena penyakit flek akibat menghirup udara dari air limbah Bendungan Barugbug," ungkapnya.
Tokoh masyarakat Kecamatan Jatisari, H.Mulyana menyampaikan, kondisi air Bendungan Barugbug jangan dianggap remeh. Karena dudah terbukti hasil pemeriksaan dari UPTD Kesehatan Jatisari, bahwa  anak-anak di duga terkena flex dan gatal gatal. "Harus segera diatasi ini," katanya.
Banyaknya keluhan yang disampaikan oleh warga Desa Barugbug dan Situdam Kecamatan Jatisari terkait pencemaran bendungan barugbug,  akhirnya mendapat tanggapan dari Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang. pihaknya turun kelapangan untuk mengetahui bagaimana kondisi rill masyarakat atas adanya pencemaran tersebut.
"Saya turun langsung mewakili teman-teman Komisi C,untuk mengetahui secara langsung dampak adanya air limbah terhadap proses belajar mengajar di SDN Situdam 1 Jatisari," ujar H Acep Suyatna.
Menurutnya, hasil peninjauan tersbut ternyata memang kondisi air barugbug menghitam dan memberikan bau seperti kimia dan dihirup setiap hari oleh warga sekitar. Terutama oleh soswa SDN Situdam 1 Jatisari, yang sekolahnya tidak jauh dari irigasi bendungan barugbug. "Ternyata benar bau menyengat dari air limbah mengganggu proses kegiatan belajar mengajar," katanya.
Langkah turun kelapangan menurutnya didasari atas adanya surat masuk dari Forum Komunikasi Pemuda Jatisari (FKPJ) tertanggal 6 September 2017 ke komisi C DPRD Karawang. Menurutnya, akibat pencemaran air dan udara yang terjadi di bendungan barugbug dan sepanjang irigasi, ternyata beberapa peserta didik SDN Situdam 1 terindikasi penyakit flex. "Sebelumnya juga Kepala UPTD Puskesmas Jatisari, Hj.Een sudah memeriksa anak didik SDN Situdam 1 bahwa anak anak sudah terindikasi penyakit flex," ujarnya.
Oleh karenanya ia menegaskan, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang harus koordinasi dengan pihak Dinas dan Dinas Sosial Karawang, agar pelajar SDN Situdam 1 dan dewan gurunya dilakukan periksaaan kesehatannya.
"Dinas LHK, Dinkes dan Dinsos Karawang harus segera bergerak untuk sama-sama mengatasi permasalahan ini," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template