Pasokan Air Minim - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pasokan Air Minim

Pasokan Air Minim

Written By Mang Raka on Senin, 11 September 2017 | 12.30.00

- Petani Desa Wanawali Ganti Tanam Sayuran

PURWAKARTA,RAKA - Produktifitas padi di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu bisa tergangu karena petani berganti tanam sayuran. Hal ini dilakukan, karena pasokan air yang kurang akibat musim kemarau, sehingga petani tidak bisa menanam padi.
Kepala Desa Wanawali Kecamatan Cibatu Endin mengatakan, adanya program TMMD ke 100 yang rencananya akan di gelar tahun ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani di desanya. Pasalnya, petani di wilayah itu terpaksa mengubah pola tanam padi ke komuditi sayuran menyusul musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.  Perubahan pola tanam itu lantaran areal sawah yang ada dominan mengandalkan suplai air hujan atau sawah tadah hujan.
Kades Endin berharap, salah satu sasaran program TMMD ke 100 bisa menjadi solusi atas persoalan pengairan tersebut. Solusi yang dimaksudnya adalah TMMD tidak semuanya untuk pembangunan infrastruktur jalan, melainkan juga lebih kepada mencari cara agar areal sawah yang ada tidak hanya mengandalkan air hujan. "Dengan solusi itu, maka secara langsung mendorong produktivitas pertanian Desa Wanawali. Lebih jauhnya lagi, kesejahteraan dan perekonomian warga akan meningkat secara riil. Karena hanya pertanian lah yang menjadi andalan kegiatan ekonomi warga kami," ujarnya, Minggu (10/9).
Dari data Pemerintahan Desa Wanawali, sawah tadah hujan yang ada di desa itu seluas kurang lebih 400 hektare. Ketika hujan turun secara normal, areal persawahan di desa itu bisa dua kali panen dalam setahun, dengan produksi antara 3,5 ton sampai 4 ton per hektare. Menurutnya, perubahan pola tanam sudah dilakukan petani setempat sejak beberapa waktu lalu. Terdapat dua lokasi yang menjadi sentral pertanian yang kini banyak ditanami sayuran, seperti cabai, kacang-kacangan, dan ketimun, yakni di Kampung Pasir Oa dan Kampung Cikadu. "Hanya untuk di Kampung Cikadu, pengairan masih terbantu oleh aliran Sungai Cilamaya. Sedangkan di Kampung Pasir Oa hanya mengandalkan pengairan yang terbatas dari sisa-sisa sumber air yang ada," ungkap Edin.
Persoalan yang dialami desanya, yakni terbatasnya sumber air untuk areal persawahan sudah terjadi bertahun-tahun. Berbagai solusi pernah dilakukan seperti pembuatan sumur pantek, namun gagal menyedot air dari bawah tanah. Penyebabnya, kontur lapisan bawah tanah Desa Wanawali berjenis lempung. Artinya, jenis tanah itu tidak mengandung air sama sekali. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template