Pasirputih Masih Punya Jalur 'Offroad' - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasirputih Masih Punya Jalur 'Offroad'

Pasirputih Masih Punya Jalur 'Offroad'

Written By ayah satria on Sabtu, 09 September 2017 | 11.11.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Harapan warga Cilamaya Kulon memiliki jalan mulus menuju Tempat Pelelangan Ikan Pasirputih di Desa Sukajaya, belum bisa terealisasi total tahun ini. Beberapa titik yang sudah diukur pengawas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) justru batal direalisasikan. Bahkan ada yang dialihkan ke desa lainnya.
Geram atas hal itu, Kepala Desa Sukajaya Abdul Ghofur Rasta menagih komitmen Dinas PUPR dan Bupati Karawang untuk merealisasikannya sesuai stracking awal. Kepada Radar Karawang, Abdul Ghofur mengatakan berbagai upaya saat ini dilakukan dan diharapkannya bisa menjadi alasan terealisasinya pembangunan akses jalan yang pernah dilintasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2014 lalu.
Tetapi harapan itu tidak sesuai karena beberapa titik justru dibatalkan, dan titik lainnya juga tidak tuntas sepanjang pengukuran sebelumnya. Ghofur merinci, misalnya aspirasi bupati di akses jembatan Dulhak - blok Kendal sekitar 130 meter dan akses poros pasirputih sekitar 100 meter, ternyata hilang dan dibatalkan. Padahal, selain sudah di ukur petugas Dinas juga ia selalu pertanyakan kepastian ajuannya masuk atau tidak, ternyata sesal Ghofur, pihaknya baru terima kabar bahwa dua titik aspirasi Bupati itu hilang dan tidak ada. "Sudah diukur, kok bisa batal. Makannya saya selalu bertaya masuk belum, eh ternyata benar gagal," keluhnya.
Gofur menambahkan, ada juga jalanan yang direalisasikan tapi janggal, yaitu stracking Alang Lanang-Pasir Putih yang anggarannya sekitar Rp 2 Miliar. Itu dari awal sudah diukur sampai 850 meteran dan sampai lewat kantor desa hingga ke coran lama. Ternyata hasil hitungan setelah dibangunkan, ia ukur jalanan yang melintasi titik Lobang Wetan 155 meteran dan di akses Lobang Kulon panjangnya 455,7. Artinya, dari seharusnya dana Rp 2 Miliar itu rampung 850 meteran, justru hanya sekitar 600 meter, bahkan selama pekerjaan juga tanpa papan nama.
Akibatnya, jalanan diakses kantor desa masih berlubang dan rusam sekitar 250 meteran, parahnya, beredar kabar itu di alihkan sisanya ke Rawagempol Kulon yang konon masih stricking Alang Lanang - Pasirputih, tapi di draft itu adalab Cilamaya Kulon yang seharusnya full di Pasirputih, bukan di Cilamaya Wetan. "Waktu diukur tembus tuh 850 meteran, eh pas realisasj ada sekitar 600 meteran saja, tanpa papan proyek lagi," ujarnya.
Sementara Warga Rawagempol Kulon, Suharto Al Amin mengatakan sedari awal ia pertanyakan jalanan yang dibangun ujug-ujug di Desa Rawagempol kulon. Pihaknya tidak tahu besaran proyek, lebar dan tingginya karena ketiadaan papan proyek. Sehingga ketidaktransparansiannya ini membuat masyarakat bertanya-tanya. "Dari awal kita tanyakan, ini proyek dari mana, tidadk ada papan proyek dan cenderung dadakan pula, " ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template